Senin 18 Mei 2020, 12:24 WIB

Ini Catatan Prestasi Owi Selama Berkiprah

Antara | Olahraga
Ini Catatan Prestasi Owi Selama Berkiprah

ANTARA/Handout/Humas PP PBSI/Widya Amelia
Tontowi Ahmad (kanan)

PEBULU tangkis ganda campuran Tontowi Ahmad secara resmi mengumumkan keputusannya untuk pensiun sebagai atlet melalui akun Instagram pribadinya, Senin (18/5).

Owi, sapaan akrab Tontowi, memutuskan gantung raket setelah menghimpun seabrek gelar juara selama kariernya di dunia bulu tangkis dan berganti pasangan di lapangan.

Pada sektor ganda campuran yang membesarkan namanya, Owi sudah menjalani kariernya dengan enam rekan main. Mereka ialah Shendy Puspa
Irawati, Yulianti, Richi Puspita Dili, Liliyana Natsir, Winny Oktavina Kandow, dan terakhir Apriyani Rahayu.

Baca juga: Owi Resmi Gantung Raket

Memulai karier di PB Djarum Kudus pada 2005, tidak perlu waktu lama bagi Owi untuk mencatatkan gelar juara di tingkat profesional.

Pada 2007, ia menjuarai Thailand International, Indonesia International, dan Vietnam Open saat masih berpasangan dengan Yulianti.

Dengan Shendy, Tontowi sempat menjuarai Vietnam Open 2008 setelah mengalahkan pasangan asal Singapura Riky Widianto/Vanessa Neo Yu Yan.

Pada 2009, Tontowi mengamankan satu gelar juara di turnamen BWF International di Vietnam saat berpasangan dengan Richi, menurut catatan
laman BWF, Senin (18/5).

Kiprah terbaiknya terjadi saat atlet asal Banyumas, Jawa Tengah itu dipasangankan dengan Liliyana Natsir atau Butet pada satu dasawarsa silam hingga 2019.

Satu tahun setelah dipasangkan, Owi/Butet meraih medali emas SEA Games 2011. Di tahun yang sama, mereka juga menorehkan medali perunggu di ajang Kejuaraan Dunia BWF.

Tontowi bersama Liliyana mengantongi dua medali emas di Kejuaraan Dunia BWF, yaitu pada 2013 di (Guangzhou, Tiongkok) dan 2017 (Glasgow, Skotlandia).

Selain mencetak catatan gemilang di ajang BWF, Tontowi juga sempat menjadi sorotan saat berhasil menyabet medali emas di Olimpiade 2016.

Pada perhelatan olahraga terakbar itu, Tontowi/Liliyana keluar sebagai juara ganda campuran setelah mengalahkan pasangan Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying di babak final dengan skor 21-14 dan 21-12.

Kemenangan tersebut sekaligus membayar kegagalan dalam debut Olimpiade-nya bersama Liliyana di London 2012.

Tontowi juga mencatatkan hat-trick gelar All England Open, yaitu pada 2012-2014.

Selain itu, Tontowi juga pernah menjuarai Kejuaraan Asia 2015. Sementara untuk tingkat BWF Super Series antara lain Indonesia Open 2017, Hong Kong Open 2016, Singapore Open 2011 dan 2013-2014, French Open 2014 dan 2017, hingga India Open 2011-2013.

Pada level BWF Grand Prix, antara lain Macau Open 2010-2012, Indonesian Masters 2010, 2012 dan 2015, Malaysia Masters 2011, hingga Swiss Open 2012.

Turnamen terakhir yang ia ikuti adalah Indonesia Masters 2020, berpasangan dengan Apriyani. Sayangnya dalam turnamen tersebut, mereka harus terhenti di babak kedua setelah dikalahkan Chris/Gabrielle Adcock dari Inggris. (OL-1)

Baca Juga

AFP/Philip Fong

Olimpiade Digelar Sederhana, KOI : yang Penting Bisa Terlaksana

👤Deden Muhammad Rojani 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 16:21 WIB
“Saya pada prinsipnya mendukung semua keputusan dari IOC, saya percaya IOC itu pasti mencari format-format yang terbaik dalam situasi...
wtatennis.com

Asleigh Barty Ragu Tampil di AS Terbuka

👤MI 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 03:40 WIB
PETENIS Australia Ashleigh Barty menyatakan dirinya belum bisa berkomitmen untuk ikut bermain di Amerika Serikat (AS)...
AFP/ANDREJ ISAKOVIC

Yao Ming Siap Kawal Musim Kompetisi Bola Basket Tiongkok

👤Deden Muhamad Rojani 🕔Jumat 05 Juni 2020, 15:53 WIB
Pertandingan akan digelar secara tertutup, sejalan dengan olahraga di seluruh dunia yang menggelar pertandingan selama...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya