Senin 18 Mei 2020, 06:04 WIB

Polri Duga Ada Perdagangan Orang di Kapal Tiongkok

Kautsar Bobi | Politik dan Hukum
Polri Duga Ada Perdagangan Orang di Kapal Tiongkok

Medcom/Syahmaidar
Ilustrasi perdagangan manusia

 

POLRI kembali mencium adanya dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) di Kapal Luqing Yuan Yu 632 asal Tiongkok. Tindakan kekerasan tersebut viral di jagat media sosial.

Direktur Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri, Brigjen Ferdy Sambo, mengatakan penyelidikan akan dilakukan bersama Polda Jawa Tengah. Pasalnya, salah satu korban kekerasan dalam kapal tersebut sempat menggunakan bahasa jawa.

"Polda Jawa Tengah yang akan mulai penyelidikan dengan asistensi satgas TPPO Bareskrim Polri," ujar Sambo, saat dikonfirmasi, Minggu (17/5).

Sebelumnya, beredar video melalui sosial media Facebook yang memperlihatkan pelarungan atau pemakaman di laut dari ABK WNI dari sebuah kapal ikan. Kapal ikan asal Tiongkok itu juga dituduh melakukan perbudakan dan penganiayaan.

Baca juga: Kasus Bayi dalam Kardus Sepatu, Polisi Kumpulkan Bukti

Dari ungahan di akun Suwarno Cano Swe, Jumat (15/5), terdapat tiga video yang memperlihatkan pelarungan ABK WNI dari kapal Luqing Yuan Yu 632.

"Detik-detik pelarungan ABK indonesia yang dibuang di Laut Somalia oleh kapal Tiongkok dengan nama kapal Luqing Yuan Yu 623 dan perbudakan sekaligus penganiayaan main pukul tendang, pukul pakai pipa besi,botol kaca dan setrum pelumpuh," tulis akun tersebut.

"ABK indonesia sakit dipaksa kerja tidak punya prikemanusiaan kakinya lumpuh tidak bisa berjalan dan sampai meninggal dunia," imbuhnya.

Berdasarkan video tersebut tampak seorang pria yang lemas tidak berdaya dan tidak bisa berdiri. Tidak jelas apakah pria berbahasa Jawa itu diduga menjadi korban setrum dari pihak kapal.

Sementara dua video lainnya menunjukkan proses pelarungan ABK WNI yang sudah meninggal. (OL-1)

Baca Juga

MI/Ramdani

Kendalikan Arus Balik Lebaran

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 28 Mei 2020, 06:55 WIB
Presiden menginstruksikan gugus tugas untuk fokus menangani provinsi dengan kasus covid-19 masih...
ANTARA

Sebelum Jalankan Normal Baru, Pemerintah Harus Terbuka

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 28 Mei 2020, 06:40 WIB
Wakil Ketua Fraksi PKS Sukamta meminta pemerintah menyampaikan situasi dan kondisi sebenarnya dalam penanganan covid-19,bukan mewacanakan...
Bappenas/Riset MI-NRC/Grafis: Seno

Perketat Disiplin Sosial

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 28 Mei 2020, 06:18 WIB
Setiap daerah diharapkan mendapat kewenangan untuk menentukan strategi penanganan pandemi sesuai karakteristik...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya