Senin 18 Mei 2020, 06:35 WIB

Transaksi Aman saat Pandemi

Dero Iqbal Mahendra | Ekonomi
Transaksi Aman saat Pandemi

DOK MANDIRI SYARIAH
Nasabah Mandiri Syariah menarik tunai tanpa kartu di ATM Mandiri Syariah di Jakarta, pekan lalu.

 

KETERGANTUNGAN masyarakat terhadap transaksi digital, khususnya ketika pandemi covid-19 saat ini, perlu diiringi kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan dan kejahatan dalam transaksi elektronik tersebut.

Apalagi, kejahatan transaksi elektronik kini berubah modus, yakni jika dahulu mengincar nomor identifikasi pribadi (PIN) ATM, sekarang copet digital coba membobol rekening nasabah lewat pengalihan kode one time password (OTP).

CEO PT Visonet Internasional (OVO) Karaniya Dharmasa­putra menyampaikan pihaknya sebagai platform pembayaran digital selalu memberikan edukasi kepada pengguna terkait keamanan dan kenyamanan dalam bertransaksi.

“Kami mengimbau pengguna agar tak membagikan OTP dan password kepada siapa pun dan juga mengganti password secara berkala untuk pengamanan lebih lanjut,” tutur Karaniya kepada Media Indonesia, pekan lalu.

OVO mengaku memberikan perlindungan berlapis kepa­da semua pengguna untuk mengantisipasi semua bentuk kejahatan siber. Keamanan OVO terdiri atas OTP, PIN, serta notifikasi OVO bila diakses dari perangkat elektronik berbeda. OVO pun menerapkan keamanan yang tersertifikasi secara global.

Chief Technology Officer DANA Norman Sasono meng­ungkapkan kasus yang kerap terjadi di masyarakat, yakni kasus penipuan terkait dengan social engineering atau upaya penipuan dengan cara mencari informasi untuk mengakses akun pengguna, termasuk pengguna layanan dompet digital.

“Interaksi dalam social engi­neering ini bisa dilakukan lewat berbagai jalur komunikasi, seperti telepon, e-mail yang menyertakan link untuk phising, direct message di media sosial, aplikasi chatting, atau tatap langsung dengan korban,” jelas Norman.

Dalam kasus ini, biasanya penipu mencoba memanfaatkan kelengahan pengguna dompet digital dan menanyakan OTP atau PIN dengan iming-iming beragam. Pengguna yang lengah dan tidak paham isu keamanan, serta kurang berhati-hati, umumnya mereka percaya memberikan data pribadi.

“Masyarakat harus waspada dan tidak memberikan data pribadi atau finansial lainnya kepada orang lain dengan alasan apa pun,” tuturnya.

Sertifikat digital

Coporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan mengatakan Bank Mandiri terus melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai keamanan bertransaksi digital.

Dia juga mengingatkan nasabah dalam melakukan transaksi tidak memberikan password dan kode OTP kepada siapa pun, termasuk petugas bank.

Secara terpisah, pakar IT Security Gildas Deograt Lumy menilai keamanan berbasis OTP secara keamanan masih dianggap riskan.

“Seharusnya sistem keamanan ini sudah berevolusi ke sertifikat digital autentikasi untuk online autentication. Penggunaan sertifikat digital pun lebih murah dan bagi user tidak menyulitkan, bahkan lebih simpel daripada password atau OTP,” pungkasnya. (S-3)

Baca Juga

Antara

PNS Kemenko Perekonomian Work From Office Mulai 27 Mei

👤Rudy Polycarpus 🕔Selasa 26 Mei 2020, 00:51 WIB
"Pada Kamis besok, 27 Mei, Kemenko Perekonomian berencana akan mengambil inisiatif untuk work from office secara terbatas. Dan,...
Antara/M Risyal Hidayat

Dibuka Besok, IHSG Diprediksi Melemah

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 25 Mei 2020, 18:08 WIB
Analis menilai pergerakan IHSG berpotensi rebound pada akhir pekan. Namun, sentimen dari pasar keuangan global patut...
MI/Vicky Gustiawan

Produksi Pertanian dan Sayuran Meningkat, Ekspor Tumbuh Positif

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 25 Mei 2020, 17:28 WIB
Pihaknya, berharap momen pandemi ini menjadi momentum untuk makin cinta produk petani...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya