Senin 18 Mei 2020, 06:15 WIB

Bank Jangkar Picu Sentimen Positif IHSG

Hilda Julaika | Ekonomi
Bank Jangkar Picu Sentimen Positif IHSG

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Pekerja mengambil gambar pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan ponselnya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/5/2020).

 

RENCANA pembentuk­an bank penyangga likuiditas untuk bank yang melakukan restrukturisasi kredit harusnya menjadi angin segar bagi pelaku pasar di bursa saham pekan ini. Pasalnya, bank penyangga yang disebut sebagai bank jangkar itu akan dijamin penuh pemerintah lewat Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

“Penjelasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) soal bank jangkar akan mendorong sentimen positif di dalam negeri bagi saham perbankan pekan depan. Saya perkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) berpeluang konsolidasi menguat di pekan depan dengan support di level 4441 sampai 4317 dan resistance di level 4586 sampai 4726,” ungkap Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee, kemarin.

Diakuinya, pelaku bursa saham sempat ketar-ketir atas rencana OJK membentuk bank jangkar pada Senin (11/5) lalu. Karena minimnya penjelasan soal bank jangkar saat itu, pelaku pasar khawatir akan risiko yang bakal dihadapi bank jangkar akibat ketidakjelasan mekanisme pelaksanaan bank jangkar. Dampaknya, bursa saham mengalami pelemahan sepanjang pekan lalu.

Pasar baru bisa menarik napas lega setelah OJK pada Jumat (15/5) lalu menjelaskan pemerintah akan menyediakan likuiditas yang dibutuhkan bank jangkar untuk diteruskan kepada bank pelaksana atau bank yang melakukan restrukturisasi kredit.

“Apalagi setelah OJK menjelaskan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) akan turun tangan jika sampai bank pelaksana tidak mampu mengembalikan likuiditas yang dipinjamkan dari bank jangkar. Ini membuat sentimen pasar makin positif sekaligus membuat potensi sektor keuangan mengalami kenaikan di pekan depan,” ujar Hans.

Namun, ia juga mengingatkan hal yang harus diwaspadai pada pekan ini ialah masih fluktuatifnya pasar saham keuangan dunia. Pasalnya, hilangnya optimisme pemulihan ekonomi yang cepat setelah pelonggaran lockdown menjadi sentimen utama pasar.

Kemungkinan naiknya tensi perang dagang yang tinggi antara Tiongkok dan Amerika Serikat akibat pandemi covid-19 juga akan menjadi perhatian pelaku pasar.

Suntik Bank Bukopin

Sabtu (16/5) lalu, lewat keterangan resminya, Direktur Manajemen Risiko Bank Bukopin Jong Hwan Han menyampaikan Kookmin Bank (KB) dari Korea Selatan akan menambah modal Bank Bukopin melalui penawaran umum terbatas (PUT) V yang akan dilaksanakan pada akhir semester I 2020. Kookmin Bank saat ini tercatat sebagai pemegang saham terbesar kedua Bank Bukopin dengan kepemilikan saham 22%.

“Kookmin Bank memiliki keinginan kuat untuk menambah modal Bank Bukopin. Itu merupakan upaya pemegang saham memperkuat permodalan bank dan membantu pengembangan bisnis ke depan,” terangnya.

Kookmin Bank saat ini disebut sedang dalam tahap persiapan final secara internal, termasuk menyediakan dana pada escrow account untuk keperluan PUT V Bank Bukopin. Bahkan, Kookmin Bank berencana untuk menambah modal Bank Bukopin dengan skema lainnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Bank Bukopin Eko Rachmansyah Gindo mengungkapkan proses right issue telah memasuki penelaahan dokumen tahap akhir dan tinggal menunggu pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Mir/E-2)

 

Baca Juga

AFP

Jelang Pertemuan OPEC+, Harga Minyak Naik 

👤Antara 🕔Rabu 03 Juni 2020, 08:06 WIB
"Ada antisipasi bahwa OPEC+ akan setuju untuk memperpanjang level mereka saat ini selama dua bulan...
ANTARA

Harapan Pemulihan Ekonomi Tekan Nilai Tukar Yen

👤Antara 🕔Rabu 03 Juni 2020, 07:55 WIB
Greenback menguat 1,06% terhadap yen Jepang menjadi 108,72 yen, tertinggi sejak 9...
ANTARA/IGGOY EL FITRA

Emas Turun US$16 karena Investor Ambil Untung 

👤Antara 🕔Rabu 03 Juni 2020, 07:31 WIB
Emas berada di bawah tekanan karena semua indeks ekuitas utama di seluruh dunia naik pada Selasa (2/6), meskipun indeks dolar AS...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya