Senin 18 Mei 2020, 01:05 WIB

Obama kembali Kritik Pemerintahan Trump

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Obama kembali Kritik Pemerintahan Trump

AFP
Mantan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama

 

MANTAN Presiden Barack Obama kembali mengkritik kepemimpinan Amerika Serikat dalam menangani pandemi virus korona baru (covid-19).

Tanpa menyebut nama Trump langsung, Obama menyatakan orang yang bertanggung tidak selalu paham apa yang mereka kerjakan. Obama berpidato di acara Show Me Your Walk, HBCU (Historically Black Colleges and Universities) Edition, event dua jam bagi mahasiswa yang lulus dari kampus-kampus kulit hitam. Acara itu disiarkan di Youtube, Facebook, dan Twitter. “Pandemi ini pada akhirnya sepenuhnya mematahkan gagasan begitu banyak orang bahwa yang bertanggung jawab tahu apa yang mereka lakukan. Banyak dari mereka bahkan
tidak berpura-pura bertanggung jawab,” kata Presiden ke-44 AS itu.

“Jika dunia ingin menjadi lebih baik, itu terserah pada Anda,” tambahnya.

Sekretaris pers Gedung Putih Kayleigh McEnany pada Sabtu memuji kerja keras Trump. Dalam sebuah pernyataan kepada CNN, ia mengatakan, “Tanggapan virus korona yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh Presiden Trump telah menyelamatkan banyak nyawa.”

Obama kemudian pada Sabtu malam, saat acara Graduate Together yang diselenggarakan oleh LeBron James, mengatakan, “Anda tahulah, semua orang dewasa yang dulu Anda pikir bertanggung jawab dan tahu apa yang mereka lakukan, ternyata mereka tidak memiliki semua jawabannya. Banyak dari mereka bahkan tidak mengajukan pertanyaan yang tepat.”


Ketidaksetaraan

Selama pidatonya kepada para lulusan HBCU, Obama juga berbicara tentang bagaimana pandemi ini secara tidak proporsional memengaruhi komunitas kulit hitam.

“Penyakit ini hanya menyoroti ketidaksetaraan yang mendasari dan beban ekstra yang secara historis harus dihadapi komunitas kulit hitam di negara ini. Kita melihatnya dalam dampak yang tidak proporsional dari covid-19 pada komunitas kita,” kata Obama dalam acara virtual Show Me Your Walk.

Dia mendorong lulusan HBCU untuk berorganisasi di tingkat akar rumput (dan tidak hanya menggunakan aktivisme daring), untuk menumbuhkan sekutu dalam perjuangan demi tujuan bersama. “Dan ingat Anda semua adalah anutan sekarang, entah Anda suka atau tidak.”

Amerika Serikat mencatat jumlah pasien yang meninggal karena covid-19 melampaui 88.500 setelah bertambah 1.580 kematian yang dilaporkan pada Sabtu (16/5). Restoran-restoran di New Orleans, AS, akan dibuka kembali dan melayani makan di tempat. Syaratnya, restoran harus membatasi jumlah tamu dan semua pengunjung harus memesan tempat lebih dulu.

Pemerintah AS perlahan-lahan melonggarkan sejumlah pembatasan yang diterapkan untuk memutus rantai penularan virus korona. Mereka membuka kembali tempat makan, toko, dan venue-venue luar ruangan.

AS berusaha memulai kembali aktivitas ekonomi tanpa memicu gelombang kedua wabah virus korona. Tapi, pelonggaran itu disertai dengan berbagai peraturan baru. (CNN/AA/I-1)

Baca Juga

AFP/GEORGE FREY

Brasil Abaikan Keputusan WHO Soal Hydroxychloroquine

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 26 Mei 2020, 10:41 WIB
Aturan di Brasil merekomendasikan dokter di sistem kesehatan publik untuk meresepkan chloroquine atau hydroxychloroquine bagi pasien yang...
AFP/ ISABEL INFANTES

Inggris akan Izinkan Toko Dibuka Kembali pada 15 Juni

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 26 Mei 2020, 09:46 WIB
Dikutip dari BBC, pedagang harus mematuhi pedoman baru untuk melindungi para pembeli dan...
AFP/Fabrice COFFRINI

WHO Peringatkan Gelombang Kedua Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 26 Mei 2020, 09:09 WIB
Ada juga kemungkinan tingkat infeksi bisa naik lagi lebih cepat jika langkah-langkah untuk menghentikan gelombang pertama dicabut terlalu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya