Minggu 17 Mei 2020, 18:15 WIB

Ini Komentar Kedubes Tiongkok soal Pelarungan ABK WNI

Mediaindonesia.com | Internasional
Ini Komentar Kedubes Tiongkok soal Pelarungan ABK WNI

Dok. MBC
Pelarungan di kapal nelayan Tiongkok yang dilaporkan oleh media Korsel, MBC.

 

PEMERINTAH Tiongkok menyebut bahwa pihaknya sangat mementingkan masalah yang melibatkan beberapa ABK WNI yang meninggal saat bekerja di kapal perikanan Tiongkok, seperti Long Xing 629 dan kasus yang baru muncul ke permukaan, Luqing Yuan Yu 623, di mana insiden dugaan pelarungan terjadi di kedua kapal tersebut.

"Ini adalah insiden yang menyedihkan. Pihak yang berwajib Tiongkok sedang melakukan penyelidikan yang komprehensif," ujar Juru Bicara Kedutaan Besar Tiongkok demikian disampaikan lewat website Chineseembassy.org, Minggu (17/5).

Baca juga: Bulog Jamin Gabah dan Beras Aman Hingga Lebaran

Pihaknya mengatakan selalu menjaga komunikasi erat dengan pihak Indonesia via jalur diplomatik. Pihaknya juga berharap dan percaya bahwa atas investigasi yang komprehensif, berdasarkan fakta, dan melalui negosiasi persahabatan bilateral.

"Kami berharap dan percaya bahwa atas investigasi yang komprehensif, berdasarkan fakta, dan melalui negosiasi persahabatan bilateral, masalah terkait ABK WNI akan diselesaikan secepat mungkin sesuai dengan hukum, peraturan serta kontrak komersial yang relevan." pungkasnya.

Beredar video melalui sosial media Facebook yang memperlihatkan pelarungan atau pemakaman di laut dari anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) dari sebuah kapal ikan. Kapal ikan asal Tiongkok itu juga dituduh melakukan perbudakan dan penganiayaan.
 
Dari video yang diposting oleh akun Suwarno Cano Swe pada Jumat 15 Mei 2020, terdapat tiga video yang memperlihatkan pelarungan dari ABK WNI dari kapal Luqing Yuan Yu 632.
 
“Detik-detik pelarungan ABK indonesia yang dibuang di Laut Somalia oleh kapal china dengan nama kapal Luqing yuan yu 623 dan perbudakan sekaligus penganiayaan main pukul tendang, pukul pakai pipa besi,botol kaca dan setrum pelumpuh,” tulis akun tersebut. 

“ABK indonesia sakit dipaksa kerja tidak punya prikemanusiaan kakinya lumpuh tidak bisa berjalan dan sampai meninggal dunia,” imbuhnya.
 
“Rekan-rekan kerja ABK tersebut sekarang dipindah ke kapal Lu huang Yuan Yu 115 padahal mereka inginkan pulang tapi tidak di perbolehkan pulang,” sebut akun Suwarno Cano Swe.

Baca juga: Hingga Kini, Kasus Kematian Covid-19 di RSD Pulau Galang Nihil
 
Berdasarkan video tersebut tampak seorang pria yang lemas tak berdaya dan tidak bisa berdiri. Tidak jelas apakah pria berbahasa Jawa itu diduga menjadi korban setrum dari pihak kapal.
 
Sementara dua video lainnya menunjukkan proses pelarungan dari ABK WNI yang sudah meninggal. (Medcom.id/OL-6)
 

Baca Juga

AFP/Jim Watson

Amankan Tiket Nominasi Demokrat untuk Melawan Trump

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 21:49 WIB
Biden melewati ambang batas, Jumat malam, setelah tujuh negara bagian dan Distrik Columbia mengadakan pemilihan primer awal pekan...
AFP

Angka Kematian Covid-19 Iran Lampaui 8.200

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 20:44 WIB
Jahanpour mengatakan 130.300 pasien telah pulih dan dipulangkan dari rumah sakit sejauh ini. Sementara 2.578 pasien masih dalam kondisi...
AFP/Giusepp Cacace

G20 Janjikan Lebih dari 21 Miliar Dolar AS untuk Perangi Covid-19

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 18:35 WIB
G20 menjelaskan, dana jumbo tersebut akan diarahkan pada diagnostik, vaksin, terapi, serta penelitian dan pengembangan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya