Minggu 17 Mei 2020, 16:13 WIB

Bawaslu; Pelanggaran Pilkada Dikhawatirkan Meningkat

Faustinus Nua | Politik dan Hukum
Bawaslu; Pelanggaran Pilkada Dikhawatirkan Meningkat

MI/Fransisco Carollio
Pilkada

 

BADAN Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) siap mengantipasi pelaksanaan pilkada tahun yang dikhawatirkan meningkatnya pelanggaran.

"Ini menjadi kekhawatiran bersama karena tren pelanggaran pilkada sejak 2015, 2017, 2018 berada di atas 1000 kasus. Itu kondisi normal tidak seperti sekarang,’’ kata anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo, Minggu (17/5).

Dia menduga pelanggaran penyalahgunaan kekuasaan akan terjadi lagi pada pilkada kali ini. Pasalnya, ada instruksi presiden kepada kepala daerah untuk menerbitkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang terkenda dampak covid-19.

Menurutnya, di beberapa daerah diduga ada kepala daerah yang menggunakan program pemerintah dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk kepentingan kontestasi.

"Satu sisi memang harus mendukung pemerintah bangun solidarias kemuanusiaan. Tetapi, dengan adanya situasi ini, ada keleluasaan pemerintah menggunakan kewenangan kemudian disusupi kepentingan kontestasi. Ini akan pengaruhi ASN mendukung sepenuhnya kepada bakal calon petahana," terangnya.

Baca juga :KPU: Jika Dipaksakan Desember, Pilkada Bakal Berisiko

Dewi juga mengungkapkan, sejauh ini, berdasarkan data dugaan pelanggaran pada pemilihan gubernur, bupati dan wali kota, Bawaslu mencatat ada 157 pelanggaran adminstrasi, 2 pelanggaran pidana, 26 pelanggaran kode etik, dan 351 pelanggaran hukum lainnya. Sedangkan pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 326 kasus.

Dewi menjelaskan bahwa Bawaslu mempunyai langkah strategis dalam upaya pencegahan dan penindakan pelanggaran pemilihan tahun ini. Diantaranya, menggelar workshop ke seluruh Indonesia terkait potensi pelanggaran Pasal 71 UU Pilkada 10/2016. Koordinasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) tentang penyamaan persepsi penanganan pelanggaran ASN, membuat revisi Peraturan Bersama Gakkumdu, dan membangun sistem penanganan berbasis teknologi informasi baginya merupakan cara menekan terjadinya pelanggaran.

"Bawaslu juga mendorong percepatan penerbitan PKPU tahapan sesuai amanat Perppu Nomor 2 tahun 2020 untuk memberikan kepastian pelaksaan tahapan pencalonan. Lalu, meningkatkan kuantitas dan kualitas pendidikan politik kepada pemilih  secara daring," pungkas Dewi.(OL-2)

 

Baca Juga

DOK DPR RI

Kemitraan UMKM Harus Membutuhkan, Memperkuat dan Menguntungkan

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 10:25 WIB
Ketua Baleg Supratman Andi Agtas menanggapi bahwa kemitraan dalam UMKM hendaknya bisa menimbulkan hasil yang...
DOK DPR RI

Protokol New Normal Harus Tersinergi Antara Kesehatan dan Ekonomi

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 10:17 WIB
Politisi Fraksi Partai Golkar ini juga meminta Pemerintah agar terus membuka ruang diskusi dengan berbagai lapisan masyarakat dalam...
ANTARA

​​​​​​​KPK Sambut Era Kenormalan Baru

👤Rifaldi Putra Irianto 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 09:16 WIB
Dalam penerapan bekerja pada masa kenormalan baru, seluruh karyawan akan bekerja dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya