Minggu 17 Mei 2020, 12:15 WIB

Sentra Pertanian Bawang Merah Jateng Memasuki Masa Panen

Akhmad Safuan | Nusantara
Sentra Pertanian Bawang Merah Jateng Memasuki Masa Panen

ANTARA/Anis Efizudin
Pekerja menjemur bawang merah di sentra penjualan bawang merah pasar Legi Parakan, Temanggung, Jateng.

 

SETELAH harga ayam potong melonjak, sepekan menjelang Lebaran, giliran harga bawang merah melonjak di pasaran dari sebelumnya berkisar Rp30 ribu-Rp35 ribu per kilogram menjadi Rp45 ribu-Rp60 ribu per kilogram. Namun, hal itu diperkirakan tidak berlangsung lama karena sentra bawang merah seperti Brebes, Demak, dan Pati memasuki musim panen.

Di berbagai pasar tradisional di Pekalongan, Semarang, Demak, Kudus, Grobogan, dan Salatiga, gejolak harga berbagai kebutuhan pokok menjelang Lebaran mulai terasa, terutama pada harga sembako dan kebutuhan Lebaran.

Meskipun gejolak harga tidak seluruhnya mengguncang, tetapi cukup meresahkan karena dibutuhkan untuk persiapan Lebaran. Setelah harga ayam potong melonjak dari Rp25.000 per kilogram menjadi Rp35.000 per kilogram, kini gikiran harga bawang merah mengalami lonjakan dari Rp30.000-35.000 per kilogram menjadi Rp45.000-60.000 per kilogram.

Baca juga: 2 500 Perantau Asal Kendal tidak Mudik

Terjadinya lonjakan bawang merah tersebut diperkirakan akibat meningkatnya kebutuhan warga jelang Lebaran dan berkurangnya persediaan barang karena beberapa sentra bawang merah di Jawa Tengah seperti Brebes, Demak, Jepara dan Temanggung baru akan menasuki masa panen.

Diperkiraksn lonjakan bawang merah tidak berlangsung lama karena di daerah sentra pertanian komuditas tersebut dalam pekan kedua dan ketiga mulai panen, seperti Brebes sekitar 1.600 hektare, Demak 700 hektare, dan Pati 600 hektare.

"Pada saat panen, rata-rata 10-15 truk bermyatan bawang merah diangkut dari daerah ini," kata Abdul Rosyid, Ketua Kelompok Tani Maju Jaya Desa Pasir, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak.

"Sudah tiga hari ini harga bawang merah melonjak, penaikan harga itu sudah terjadi dari beberapa distributor di daerah sentra bawang karena tidak ada panen, kata Chayanah, 40, pedagang besar bawang merah di Pasar Djohar Semarang.

Hal serupa juga diungkapkan Purwanto, 50, distributor bawang merah dan putih di Semarang. Namun, untuk bawang merah masih ada sedikit peredam karena cukup banyak tersedia bawang merah impor dengan harga berkisar Rp22.000-Rp25.000 per kilogram.

"Tapi, banyak pembeli tidak begitu suka karena rasa dan aroma tidak setajam bawang merah lokal," imbuhnya.

Menjelang Lebaran, warga masih dapat bernafas lega karena barang pokok lain tetap stabil bahkan menurun, seperti bawang putih melorot dari
sebelumnya berkisar Rp40.000-Rp45.000 per kilogram saat ini hanya Rp20.000-Rp25.000 per kilogram, gula pasir dari Rp18.000-Rp19.000 turun menjadi Rp16.000-Rp17.000 per kilogram.

Beras kelas medium harga tetap stabil Rp9.500-11.000 per kilogram, demikian juga dengan minyak goreng Rp12.000-Rp13.000 per kilogram, telur ayam ras Rp20.000 per kilogram dan sayuran seperti bayam, sawi, kol, tomat, terong berkisar Rp4.000-Rp7.000 per kilogram. (OL-1)

Baca Juga

MI/Ramdani

Pengumuman Kelulusan dan Kenaikan Kelas di Sumenep Lewat WhatsApp

👤Mohammad Ghozi 🕔Senin 01 Juni 2020, 16:26 WIB
"Karena berada pada masa belajar di rumah, pengumuman kelulusan SD dan SMP akan disampaikan melalui pesan berantai maupun grup...
ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Sidoarjo akan Gunakan Mal Pelayanan Publik untuk Tempat Isolasi

👤Heri Susetyo 🕔Senin 01 Juni 2020, 15:57 WIB
"Kita akan gunakan lantai atas MPP untuk tempat isolasi dan perawatan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Syaf...
Ilustrasi

Pelaku Penyerangan Polsek, Diduga Simpatisan ISIS

👤Yona Hukmana 🕔Senin 01 Juni 2020, 15:55 WIB
Pelaku penyerangan Polsek Daha Selatan, Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (1/6), yang menewaskan satu anggota polisi itu, diduga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya