Minggu 17 Mei 2020, 06:10 WIB

Indonesia Ikut Uji Coba Obat Covid-19

Atalya Puspa | Humaniora
Indonesia Ikut Uji Coba Obat Covid-19

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI
Peneliti LIPI sedang memisahkan ekstrak daun ketepeng untuk mendapatkan senyawa murni yang akan digunakan sebagai penyembuh Covid-19.

 

INDONESIA bersama 99 negara lainnya turut berpartisipasi dalam program solidarity trial dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Program tersebut bertujuan mempercepat penentuan obat yang tepat untuk melawan wabah virus korona baru (covid-19).

Hingga saat ini, empat obat menjadi kandidat kuat, yaitu klorokuin dan hydroxychloroquine (yang aslinya merupakan obat malaria), remdesivir yang sebelumnya digunakan untuk mengobati pasien E bola, lopinavir/ritonavir yang merupakan obat HIV, serta interferon beta-1a.

“Kita akan lihat dan mencari bukti yang kuat dan benar,” kata Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Irmansyah, Jumat (15/5).

Irmansyah mengatakan, WHO berupaya mempercepat penemuan obat dengan melakukan drug repurposing. Tahapan pengembangan obat baru perlu melewati fase standar, mulai fase I menguji keamanan obat, dan fase II penentuan dosis obat. Namun, pengembangan obat covid-19 langsung menuju pada fase III, yakni pengujian kepada sampel.

“Kita tidak mengembangkan obat dari awal. Itu butuh waktu cukup lama, sekitar 12 tahun. Namun, kita punya kandidat obat yang sudah terbukti dan kini diindikasikan untuk terapi yang lain, yaitu covid-19,” ujarnya.

Terdapat 22 rumah sakit di Indonesia yang berpartisipasi dalam solidarity trial.


Target Trump

Presiden AS Donald Trump, kemarin, menargetkan negaranya akan mampu mengembangkan, memproduksi, dan mendistribusikan vaksin covid-19 pada akhir 2020. Dia menyamakan proyek vaksin berjuluk Operation Warp Speed itu dengan upaya AS menghasilkan senjata nuklir pertama di dunia pada masa Perang Dunia II.

Namun, menurut Amesh Adalja, seorang dokter penyakit menular di Johns Hopkins Center for Health Security, penetapan tenggat untuk penciptaan vaksin ialah hal berbahaya. (Ata/Hym/X-11)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Pembukaan Rumah Ibadah Harus Jadi Contoh Penerapan New Normal

👤Anisa Putri Yuliani 🕔Rabu 03 Juni 2020, 05:55 WIB
Masing-masing komunitas agama perlu membuat semacam prosedur operasional standar (SOP) rumah ibadah dan protokol-protokol yang...
DOK KEMENTAN

Pandemi Korona Kinerja Sektor Pertanian Cemerlang

👤S1-25 🕔Rabu 03 Juni 2020, 05:54 WIB
Kementan melakukan upaya untuk menjamin ketersediaan bahan pangan dengan hadirnya Toko Mitra Tani di setiap provinsi. Kemudian menggandeng...
Medcom.id/Surya Perkasa

Izinkan Masjid Buka Pasca-PSBB

👤Che/Put/X-7 🕔Rabu 03 Juni 2020, 05:41 WIB
DMI saat ini telah menyiapkan sejumlah protokol kesehatan agar jemaah bisa aman ketika beribadah di masjid. Kita minta supaya jaga jarak...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya