Minggu 17 Mei 2020, 01:40 WIB

Bermusabaqah dari Rumah

Fathurrozak | Weekend
Bermusabaqah dari Rumah

MI/Duta

IRMA Syafitri terkejut harus membaca tilawah pada malam pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Online se-Kota Padang. Seharusnya, gilirannya bukan pada malam pembuka.

Namun, karena ada peserta yang belum siap, ia pun harus menjadi salah satu dari dua peserta yang membaca tilawah pada edisi perdana. Irma ialah mahasiswi manajemen di IPB University, Bogor. Namun, diperkenankan mengikuti lomba MTQ Online se-Kota Padang yang diselenggarakan unit kegiatan mahasiswa (UKM) Pengembangan Ilmu dan Kandungan Alquran (PIKA) Universitas Andalas bersama radio Classy FM. Alasannya, karena ia besar dan berasal dari Padang.

“Yaa cukup grogi karena sebenarnya hari itu suara saya tidak dalam kondisi yang fi t untuk tampil. Karena saya berdomisili di Padang, dipertimbangkan oleh panitia dan akhirnya diperbolehkan untuk ikut. Karena memang saya dibesarkan di sana, bukan di Bogor,” cerita Irma yang pada Kamis (7/5) malam membacakan Surah Al Baqarah ayat 267-269 dengan irama bayyati, nahawand, dan rost.

Bukan saja Irma yang merasa waswas, melainkan juga Syukri Hamdi, mahasiswa jurusan matematika Universitas Andalas yang menjadi penampil terakhir pada edisi kedua, Senin (11/5), malah takut. Meski ia sudah beberapa kali mengikuti kontes tilawah dan tartil, ketakutannya ini karena faktor lain.

“Takut internetnya mati,” beber Hamdi ketika dihubungi Media Indonesia, pada Selasa (12/5).

Internet jadi tantangan Gangguan pada jaringan internet memang menjadi kendala utama yang ditakutkan. Baik Hamdi maupun Irma mengkhawatirkan gangguan koneksi internet bisa berdampak pada penilaian juri atas penampilan mereka.

“Jika itu terganggu, sangat berdampak pada penampilan, serta atribut pendukung yang cukup memengaruhi, yakni sound system yang dimiliki oleh peserta berbeda-beda, seperti mikrofon atau headphone yang bagus juga sangat menunjang penampilan,” kata Irma, Selasa (12/5).

Kegiatan yang diikuti 23 peserta ini menjadi kolaborasi antara radio Classy FM dan UKM PIKA Universitas Andalas (Unand). Mulanya, UKM PIKA ingin menyelenggarakan lomba MTQ tingkat mahasiswa. Namun, urung karena adanya pandemi covid-19. Classy FM pun kemudian datang dan mengajukan ide agar lomba tetap dilakukan, tetapi lewat platform daring.

Ganjalan jaringan internet bukannya tidak diwanti-wanti mereka. “Kendala internet, jaringan, dan hal teknis lainnya memang menjadi tantangan tersendiri untuk mengelola kegiatan ini. Untuk itu, Classy Production menyiapkan tim teknis yang fokus untuk mengatasi hal tersebut,” papar Direktur Operasional  Classy Production Padang, Fajar Rendra.

Ketua UKM PIKA Nurlio Maryusda mengungkapkan, skema yang diterapkan di antaranya ialah ketika ada peserta yang terkendala internet saat akan tampil, disiapkan peserta lainnya untuk tampil menggantikan peserta tadi. Peserta yang terkendala internet akan diganti jadwalnya pada edisi selanjutnya.


Mengaji dari rumah

Meskipun internet menjadi tantangan utama, niat untuk mengisi Ramadan dengan rangkaian ibadah tetap diupayakan. Pandemi covid-19 membuat beberapa tempat ibadah ‘dikosongkan’ dari kegiatan. Oleh sebab itu, menghadirkan lomba MTQ Online yang bisa disaksikan publik menjadi salah satu alternatif di masa-masa ini.

“Kami mempunyai ide untuk membuat kegiatan MTQ secara online dengan konsep peserta mengaji di rumah masingmasing, juri menilai di rumah masingmasing, dan masyarakat menonton di rumah masing-masing. Ide ini sangat menarik sehingga banyak pihak yang bergabung, terutama sponsor, juga didukung Wali Kota Padang yang membuka acara ini secara resmi,” papar Fajar.

Kegiatan yang dibuka pada 7 Mei itu berlangsung hingga 21 Mei mendatang. Lomba dilangsungkan saban Senin dan Kamis pukul 21.00 WIB dan bisa disimak via kanal Youtube Klikpositif dan Instagram @classyfm.

Total ada lima episode penyisihan dan satu episode final. Pada malam pembukaan lalu, hanya dua peserta yang tampil, sementara sisanya tiap malam ada lima peserta yang bertilawah. Juri akan memberi masukan setel ah peserta selesai tampil.

Para juri terdiri dari tiga qari yang menjadi juara dalam beberapa ajang MTQ, baik tingkat nasional maupun regional, yaitu Harry Wijaya, Marsa Fadli, dan Hendra Kurnia Rahman. Sebelumnya, ajang ini diniatkan untuk diselenggarakan setingkat Sumatra Barat. 

Namun, karena ini merupakan kali pertama, keputusan diambil untuk menyelenggarakan pada tingkat Kota Padang. Peserta memperebutkan juara 1-3, juara harapan, dan juara favorit. Untuk juara pertama, nantinya berhak mendapat apresiasi uang tunai Rp1,5 juta. Peserta dinilai berdasarkan tiga aspek oleh tiga juri, yakni aspek pembawaan lagu, tajwid, dan tanda waqaf (berhenti atau tidaknya suatu ayat).

Pada Ramadan kali ini, UKM PIKA pun hanya berfokus pada program kerja lomba MTQ secara daring. Sebelumnya, mereka telah menyiapkan agenda lain. Namun, urung dilakukan karena situasi pandemi saat ini.

“Sebelum Ramadan, UKM PIKA telah merencanakan akan melakukan pelatihan daring, seperti tilawah dan tahfiz. Lomba MTQ memang jadi program kerja dari PIKA. Setiap dua tahun sekali PIKA selalu mengangkat acara MTQ di tingkat universitas,” jelas Nurlio.

Selain ditujukan sebagai cara untuk mengisi Ramadan dengan kegiatan baik bagi pelajar dan mahasiswa di Padang, ajang ini juga menyasar kader-kader muda untuk menjadi wakil Padang dalam kompetisi MTQ di tingkat provinsi ataupun nasional. (M-2)
 

Baca Juga

AFP/BULENT KILIC

Mengenal Kudapan Lebaran dari Berbagai Penjuru Dunia

👤Fathurrozak 🕔Senin 25 Mei 2020, 11:45 WIB
Boeber adalah minuman susu manis yang dibuat dengan memasak bihun bersama kurma yang biasa diminum masyarakat Afrika...
Instagram/DitaKarang

Dita Karang Tolak Dukungan Materi dari Orang Tua

👤Abdillah Marzuqi 🕔Senin 25 Mei 2020, 09:12 WIB
Saat merintis karier di Seoul, ia memutuskan hidup mandiri tanpa bantuan materi dari...
Unsplash/ Meritt Thomas

Pasca Pandemi, Model Hunian ini Yang Dibutuhkan

👤Fetry Wuryasti 🕔Minggu 24 Mei 2020, 15:50 WIB
Sebagai antisipasi ancaman wabah maka hunian membutuhkan sistem ventilasi yang baik dan juga ruang transisi sebelum masuk ke rumah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya