Sabtu 16 Mei 2020, 21:20 WIB

Kondisi Mental, Sosial dan Spiritual NF Semakin Baik

Tri subarkah | Megapolitan
Kondisi Mental, Sosial dan Spiritual NF Semakin Baik

Dok MI
Ilustrasi kekerasan terhadap anak.

 

REMAJA pembunuh balita di Sawah Besar, Jakarta Pusat akhir Maret lalu kondisinya berangsur membaik. NF, demikian inisialnya, yang sebelumnya mengalami kekerasan seksual dari dua paman tirinya dan pacarnya itu mulai bersosialisasi.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial RI Harry Hikmat, kepada Media Indonesia, Sabtu (16/5).  Hal tersebut diperoleh setelah pihaknya melakukan berbagai jenis terapi terhadap NF yang genap berusia 15 tahun ini.

Baca Juga: Alumnus ESMOD Ditemukan Tewas Penuh Luka di Jember

"Setelah Rutan Pondok Bambu menitipkan ke Kemensos, kami punya tanggung jawab melakukan rehabilitasi sosial. Di situlah para pekerja sosial melakukan asesmen, kemudian melakukan terapi fisik, mental, sosial, spiritual, bahkan sampai terapi penghidupan, yang membuat kondisi NF semakin baik kondisinya," kata Harry.

Selain itu, Harry menilai keputusan pihaknya mengungkap ke publik bahwa NF juga merupakan korban kekerasan seksual juga penting. Mengingat, sambung Harry, NF merasa terpojokkan mengingat opini yang terbangun di masyarakat melulu soal tindakan sadis yang dilakukan NF.

"Jadi selama ini opini yang terbangun di masyarakat atas pengungkapan masalah yang dilkaukan oleh NF untuk melakukan tindak kekerasan dengan cara yang sadis, itu membuat NF menjadi terpojokan, sehingga menimbulkan stigma yang sangat buruk bagi NF," papar Harry.

Sebelumnya, Harry mengatakan bahwa NF pernah menerima kekerasan seksual oleh tiga orang pria dalam kurun waktu Oktober 2019 sampai Februari 2020. Kedua pelaku, yakni F dan R merupakan kerabat ibu tiri NF, sedangkan pelaku berinisial A adalah pacar NF sendiri.

Harry memaparkan kekerasan seksual terhadap NF dilakukan secara berulang. Pelaku F melakukan sebanyak empat kali, sementara R melakukan sebanyak sembilan kali. Keduanya memperkosa F dan R di rumah NF. Sedangkan A memperkosa NF sebanyak tiga kali di sebuah apartemen.

Proses hukum terhadap pelaku kekerasan terhadap NF sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Sementara F dan R mendekam di ruang tahanan Polres Metro Jakarta Pusat, pelaku A ditahan di Polda Metro Jaya. (OL-13)

Baca Juga: Politisi PDIP Minta KPK Periksa Presiden Jokowi? Ini Faktanya

Baca Juga

Dok BNN

BNN Siap Bantu Pemprov DKI Banding Lawan Golden Crown

👤RO/Micom 🕔Jumat 03 Juli 2020, 22:02 WIB
BNN nilai langkah Pemprov DKI tutup Golden Crown sudah...
Ilustrasi

Penipuan Tenaga Kerja, Oknum BPBD Kota Tangerang Ditangkap

👤Sumantri 🕔Jumat 03 Juli 2020, 21:27 WIB
Seorang PNS di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Dani Ramdani,39, dibekuk Petugas Polres Metro Tangerang, karena...
Ilustrasi

Kabareskrim Instruksikan Tindak Tegas Pelaku Hoaks

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Jumat 03 Juli 2020, 21:02 WIB
KABARESKRIM Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk menindak tegas para pelaku atau penyebar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya