Sabtu 16 Mei 2020, 18:42 WIB

Strategi Kementan dalam Menjaga Ketahanan Pangan

mediaindonesia.com | Ekonomi
Strategi Kementan dalam Menjaga Ketahanan Pangan

DOK KEMENTAN
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Menteri perdagangan Agus Suparmanto mengunjungi Pasar Senen, Jakarta, Senin (3/2).

 

Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan upaya penyediaan pangan selama darurat Covid-19. Lebih dari itu, Kementan juga melakukan pengawalan ketersediaan pangan untuk kebutuhan selama Ramadan dan hari raya Idul fitri 2020.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri saat dihubungi media menjelaskan, bahwa upaya tersebut antara lain melalui  stabilisasi harga bahan pokok, menjamin ketersediaan pangan dan stok pangan, serta meningkatkan strategi dan efektivitas distribusi pangan ke berbagai daerah.

"Demi menjaga ketahanan pangan, Kementan juga melakukan percepatan gerakan musim tanam kedua secara serentak di seluruh Indonesia minggu ini" ujar Kuntoro, Sabtu, 16 Mei 2020.

Baca Juga: Stabilkan Bawang Putih, Kementan Gelar Pasar Murah di Banten

Selain itu, kata Kuntoro, program cetak sawah dan optimalisasi lahan rawa juga terus digenjot dalam rangka menjamin ketersediaan pangan di masa depan.

"Kementan juga medorong kampanye dan implementasi pencegahan alih fungsi lahan dengan penerapan Undang-Undang No 41 tahun 2009," katanya.

Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan (BKP) juga terus menggelar operasi pasar dan pasar murah demi mempermudah akses masyarakat mendapat pangan berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Baca Juga: Kendalikan Cabai di Jabodetabek, Kementan Gelar Pasar Murah

''Sebagai bagian dari efisiensi rantai distribusi pangan, Kementan menggaet perusahaan layanan distribusi online maupun start up yang bergerak di rantai pemasaran seperti Tokopedia, Gojek, Grab, Blibli, Tani Hub, Lazada, Kedai Sayur dan lainnya. Juga terus digarap  partisipasi swasta yang turut menjembatani petani sebagai produsen dengan konsumen,'' jelas Kuntoro.

Saat pandemi covid19, Kementan menciptakan program padat karya pertanian untuk menyerap tenaga kerja yang terdampak krisis atau PHK, untuk terjun ke pertanian.

Juga dalam program utama Kementan tetap fokus pada revitalisasi infrastruktur pertanian dan mendorong mekanisasi serta implementasi teknologi pertanian di lapangan.

"Kementan sudah memiliki AWR (Agriculture War Room), kemudian dimplementasikan di Kostratani. Bantuan program mekanisasi seperti  Transplanter dan Alsintan terus berjalan. Kemudian kami terus mendorong penerapkan Good Agriculture Practice, Good Manufacturing Practice dan Good Hygience Practice khususnya selama pandemi ini," tutupnya. (RO/OL-10)

Baca Juga

Antara

Kemendesa PDTT Terima 500 Aduan Terkait BLT Dana Desa

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 03 Juni 2020, 21:26 WIB
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi telah menerima 500 aduan terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa...
MI/SUSANTO

Terdampak Covid-19, Pendapatan Perusahaan PR Anjlok Hingga 50%

👤Hilda Julaika 🕔Rabu 03 Juni 2020, 21:14 WIB
Wabah covid-19 yang tengah melanda Indonesia beberapa bulan terakhir  telah memukul perusahaan yang bergerak di bidang komunikasi dan...
MI/Heri Susetyo

Perubahan Pelunasan Utang Sukuk Garuda Diumumkan 10 Juni

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 03 Juni 2020, 20:58 WIB
Vice President Corporate Secretary PT Garuda Indonesia Mitra Piranti mengungkapkan bahwa persetujuan perubahan kesepakatan utang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya