Sabtu 16 Mei 2020, 16:40 WIB

Pengacara LBP Persilakan Said Didu Beri Keterangan secara Merdeka

Henri Siagian | Politik dan Hukum
Pengacara LBP Persilakan Said Didu Beri Keterangan secara Merdeka

Twitter @msaid_didu
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu

 

MANTAN Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu telah menjalani pemeriksaan oleh Bareskrim Polri. Menurut dia, pengaduan laporan dugaan pencemaran nama baik Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (LBP) tidak terlepas dari persoalan persepsi.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan mempercayakan proses hukum terhadap mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu kepada penyidik kepolisian.

"Pak Luhut menyerahkan dan percaya penyidik profesional dalam melakukan proses hukum terhadap Said Didu," kata kuasa hukum Luhut, Patra M Zen.

Pengacara Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan, Patra Zen. (Antara)

Baca juga: Pengacara: Said Didu Dicecar 50 Lebih Pertanyaan

Adapun klarifikasi Said Didu yang menilai pelaporan itu sebagai persoalan persepsi, Patra tidak mempersoalkannya.

"Silakan saja terlapor menjawab pertanyaan penyidik. Kami menghormati hak Pak Said Didu untuk memberikan keterangan secara bebas dan tanpa tekanan," kata Patra.

Baca juga: Diperiksa Penyidik, Said Didu Jelaskan Rincian Kalimatnya

Yang pasti, lanjut Patra, Luhut Pandjaitan bukan melaporkan persepsi. "Yang dilaporkan itu bukan persepsi melainkan kata-kata atau perkataan. Dalam hukum pidana ini disebut delik verbal," tegas dia.

Sebelumnya, Said Didu diperiksa sekitar 12 jam oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri.

Dia mengklarifikasi ucapannya yang dinilai salah oleh Luhut Pandjaitan. "Saya menganggap ini kan masalah persepsi. Jadi menjelaskan persepsi berbeda dengan menjelaskan matematika. Ini kan ilmu hukum. Bagi saya ilmu hukum agak baru karena saya orang eksakta (ilmu pasti)," kata Said Didu.

Dia menilai, kalimat yang dia ucapkan merupakan persepsi yang kemudian menjadi masalah karena ada kalimat yang dipotong. "Yang problem adalah mungkin ada yang memotong, sehingga maknanya menjadi beda," jelasnya. (X-15)

Baca Juga

MI/Susanto

Rilis Petisi, Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Pilkada Desember

👤Faustinus Nua 🕔Senin 25 Mei 2020, 15:41 WIB
Petisi daring ditujukan kepada pemerintah, DPR dan KPU, agar menunda pilkada hingga tahun...
DOK DPR RI

Menkeu Dinilai Tak Hormati Kesepakatan Politik

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 25 Mei 2020, 15:27 WIB
Menkeu dinilai minim komunikasi dan tidak menghormati kesepakatan politik yang sudah dibuat bersama Komisi XI DPR...
MI/Bary Fathahliah

Andi Arief Sampaikan Salam ke Presiden Jokowi

👤Henri Siagian 🕔Senin 25 Mei 2020, 10:52 WIB
"Salam buat Pak Jokowi. Lebih serius mengurus bangsa ini, saya berharap. Hindari untuk tidak serius. Bangsa ini didirikan untuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya