Sabtu 16 Mei 2020, 13:15 WIB

Pengacara: Said Didu Dicecar 50 Lebih Pertanyaan

Sri Utami | Politik dan Hukum
Pengacara: Said Didu Dicecar 50 Lebih Pertanyaan

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Mantan Sekretaris Kementerian BUMN M Said Didu (kiri) melambaikan tangan sebelum menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jumat (15/5).

 

LEBIH dari 50 pertanyaan diberikan oleh penyidik Bareskrim Polri dalam pemeriksaan Muhammad Said Didu. Penasihat hukum Said Didu, Helvis mengatakan pemeriksaan terhadap kliennya masuk ke tahap substansi ternasuk dugaan perencanaan dalam konten di media sosial tersebut.

"Ada sekitar 50 lebih pertanyaan yang ada kaitan tentunya terhadap apa yang dituduhkan ada dalam video confrence, misalnya sebagai contoh ada pertanyaan tentang siapa yang channel YouTube dan siapa hostnya dan temanya direncanakan atau tidak, kemudian maksudnya apa dan siapa yang mendistribusikan siapa dan yang upload siapa," jelasnya, Jumat (15/5).

Kemudian sambungnya ada lima pertanyaan terkait Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. 

"Tentang Pak Luhut di dalam video confrence sebagai apa sudah dijelaskan, Ibu Sri Mulyani sebagai apa sudah dijelaskan. Karena memang Pak Luhut sebagai Menko Maritim dan Investasi, Ibu Sri Mulyani sebagai Menkeu, Pak Jokowi sebagai presiden. Semua sudah dijelaskan, clear menurut saya," imbuhnya.

Baca juga: Diperiksa Penyidik, Said Didu Jelaskan Rincian Kalimatnya

Kekisruhan ini menurut Helvis disebabkan video conference yang dipotong sehingga kehilangan makna yang dimaksud.

"Video confrence jangan dipotong sepenggal. Jadi bacanya dari awal sampai 22 menit. Kalau dipotong sama saja kita baca artikel, kita potong diambil tengah, enggak ada arti maknanya.  Jadi itu suatu kesatuan yang tadi kami sampaikan ke penyidik," paparnya. 

Selanjutnya Helvis menyerahkan proses hukum kepada Polri dan meyakini tuduhan terhadap kliennya tidak terbukti. Selain itu pihaknya juga tidak akan melakukan laporan balik terhadap Luhut. 

"Kita ini berdemokrasi, jangan lapor melapor. Kami yang penting sudah diperiksa dan klarifikasi sudah disampaikan, jadi tidak ada niat melaporkan balik," tukasnya. (A-2)

Baca Juga

DOK DPR RI

DPR dan Pemerintah Sepakat Pilkada Serentak 9 Desember 2020

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 29 Mei 2020, 12:00 WIB
Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Dolly Kurnia menyatakan bahwa tidak ada yang tahu kapan pandemi virus ini akan berakhir, sedang di waktu...
DOK DPR RI

Keberadaan Mobil Lab PCR Harus Diimbangi Kesiapan SDM

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 29 Mei 2020, 10:00 WIB
Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini juga mengutarakan bahwa penanganan Covid-19 di Jatim perlu perhatian...
Dok. KPK

KPK Buka Pengaduan Bansos Covid-19 lewat Jaga.id

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Jumat 29 Mei 2020, 09:20 WIB
KPK mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan aduan jika menemukan dugaan penyimpangan dan penyelewengan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya