Sabtu 16 Mei 2020, 08:20 WIB

KPK Periksa Dua Saksi Kasus Gratifikasi MA

Rifaldi Putra Irianto | Politik dan Hukum
KPK Periksa Dua Saksi Kasus Gratifikasi MA

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
plt juru bicara, KPK Ali Fikri.

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap dua saksi terkait kasus suap dan gratifikasi dengan perkara di Mahkamah Agung (MA) tahun 2011-2016, kemarin.

“Hari ini (kemarin) penyidik dijadwalkan memeriksa dua orang saksi untuk dua tersangka berbeda HS dan NHD terkait tindak pidana korupsi suap dan gratifikasi perkara di Mahkamah Agung tahun 2011-2016,” ucap plt juru bicara KPK Ali Fikri, dalam keterangan resmi.

Menurut Ali, kedua saksi itu ialah Stevano Murphy, wiraswasta untuk tersangka Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto (HS). Saksi kedua ialah Budi Soetanto, karyawan swasta untuk tersangka bekas Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi (NHD).

Kedua orang itu dinilai mengetahui aliran dana dalam permainan rasuah Nurhadi cs. Keterangan kedua orang itu akan digunakan penyidik untuk penguatan bukti.

Seperti diketahui, Hiendra Soenjoto (HS) telah ditetapkan sebagai tersangka bersama mantan Sekretaris MA Nurhadi dan menantu Nurhadi yang menjadi perantara, Rezky Herbiyono, pada 16 Desember 2019.

Dalam perkara ini, Nurhadi dan Rezky Herbiyono ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi senilai Rp46 miliar terkait pengurusan sejumlah perkara di MA. Hiendra selaku Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

Nurhadi dan Rezky terancam melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b subsider Pasal 5 ayat 2 lebih subsider Pasal 11 dan atau Pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara itu, Hiendra dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b subsider Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Sebagaimana diketahui, ketiga tersangka saat ini masuk ke daftar pencarian orang (DPO). KPK terakhir kali mencari Nurhadi melalui informasi dari Masyarakat Antikorupsi (Maki) yang menyebutkan Nurhadi menukar uang hingga Rp3 miliar dalam sepekan melalui orang suruhannya.

KPK pun sudah mengonfirmasi sejumlah saksi dari proses penukaran uang. (Rif/P-5)

Baca Juga

MI/ADAM DWI

Satgas Lawan Covid-19 DPR Tinjau Posko Masak Covid-19

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 20:55 WIB
Satgas Lawan Covid-19 DPR RI beserta rombongan juga berkesempatan makan siang di Posko Masak, menunya pun sama dengan yang akan...
DOK DPR RI

Meutya: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Tangan Sipil

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 19:25 WIB
Menurut Meutya Hafid, posisi TNI dalam hal penerapan tatanan normal baru hanyalah membantu pemerintah, khususnya pemerintah daerah dan...
Antara/Fransisco Carrolio Hutama Gani

Istana Tegaskan Terapkan New Normal Secara Hati-Hati

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 17:05 WIB
.Sebelum memasuki kenormalan baru, tahapan transisi dengan pembukaan sebagian aktivitas publik dan ekonomi diterapkan secara...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya