Sabtu 16 Mei 2020, 05:55 WIB

Laba Rp457 Miliar, BTN Tingkatkan Pencadangan

Ant/E-1 | Ekonomi
Laba Rp457 Miliar, BTN Tingkatkan Pencadangan

Dok. BTN
Laporan keuangan perseroan pada pembukaan siaran teleconference Konferensi Pers Paparan Kinerja Kuartal I 2020 di Jakarta, kemarin.

 

PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk terus memupuk rasio pencadangan (coverage ratio) kredit hingga mencapai 105,7% pada triwulan I 2020.

Angka itu merupakan yang terbesar karena selama ini rata-rata pencadangan yang dimiliki BTN di bawah 50%.

Direktur Utama BTN Pahala Nugraha Mansury mengatakan penebalan coverage ratio ini merupakan bantalan bagi perusahaan untuk menghadapi kondisi perekonomian yang tidak menentu seperti saat ini.

Bank BTN mencatatkan laba bersih senilai Rp457 miliar pada triwulan pertama dan memiliki rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 18,73% atau naik 111 basis poin (bps) dari 17,62% di triwulan I 2019.

Adapun liquidity coverage ratio (LCR) perseroan masih kuat di level 140,51% per 31 Maret 2020. “Pencadangan, permodalan, dan likuiditas kami yang cukup tebal juga menjadi bantalan kuat di tengah kondisi seperti saat ini,” jelas Pahala dalam siaran telekonferensi Paparan Kinerja Bank BTN Kuartal I 2020 di Jakarta, kemarin.

Data keuangan Bank BTN merekam perseroan menghasilkan pendapatan bunga senilai Rp6,17 triliun. Dengan kinerja tersebut, laba operasional perseroan sebelum provisi tercatat sebesar Rp870 miliar. Pahala juga memaparkan Bank BTN telah menyalurkan kredit dan pembiayaan senilai Rp253,25 triliun pada akhir triwulan I 2020. Posisi tersebut tumbuh 4,59% secara tahunan (yoy)
Menurut Pahala, penopang terbesar pertumbuhan kredit Bank BTN ialah segmen kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi. Segmen yang menempati porsi sebesar 44,53% dari total kredit di emiten bersandi saham BBTN tersebut mencatatkan pertumbuhan sebesar 10,57% (yoy), dari Rp101,9 triliun pada triwulan I 2019 menjadi Rp112,78 triliun pada periode yang sama tahun ini.

Direktur Finance, Planning, dan Strategy BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan pihaknya berencana menerbitkan obligasi Rp5 triliun dalam dua kali penerbitan. Penerbitan pertama dilakukan pada semester I tahun ini dan sisanya menjelang akhir tahun. (Ant/E-1)

Baca Juga

DOK MI

Hadapi New Normal, BRI Bantu Berdayakan Pedagang Pasar di Malang

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 26 Mei 2020, 10:55 WIB
Nantinya, sebanyak 27 pasar basah yang ada di seluruh Wilayah Kota Malang bisa memanfaatkan platform Stroberi milik BRI dan jasa antar...
Antara

PNS Kemenko Perekonomian Work From Office Mulai 27 Mei

👤Rudy Polycarpus 🕔Selasa 26 Mei 2020, 00:51 WIB
"Pada Kamis besok, 27 Mei, Kemenko Perekonomian berencana akan mengambil inisiatif untuk work from office secara terbatas. Dan,...
Antara/M Risyal Hidayat

Dibuka Besok, IHSG Diprediksi Melemah

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 25 Mei 2020, 18:08 WIB
Analis menilai pergerakan IHSG berpotensi rebound pada akhir pekan. Namun, sentimen dari pasar keuangan global patut...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya