Jumat 15 Mei 2020, 22:20 WIB

Polisi Tangkap Pembuat dan Pengguna Suket Covid-19 Palsu

Arnoldus Dhae | Nusantara
Polisi Tangkap Pembuat dan Pengguna Suket Covid-19 Palsu

MI/Susanto
Antrian calon penumpang untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan serta dokumen kelengkapan di Terminal 2, Bandara Soekarno-Hatta,

 

PETUGAS kepolisian dari Polda Bali menangkap tiga pelaku pemalsuan surat keterangan (Suket) kesehatan Covid-19 agar bisa masuk ke Bali. Ketiganya dibekuk pada Kamis (14/5) 2020 pukul 00.30 Wita bertempat di Lingkungan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali.

Ketiga pelaku tersebut yakni Ferdinand Marianus Nahak. Pria asal Atambua ini merupakan sopir travel yang sehari-harinya tinggal di Jln Uluwatu 1- 127 Link Jero Kuta Jimbaran, Kel Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Nahak berperan mengisi identitas para penumpang yang akhirnya adalah saksi-saksi dan menandatangani surat dalam blangko seorang dokter bernama dr. Aulia
Marlina.

Tersangka kedua Putu Bagus Setya Pratama, seorang mahasiswa di Bali. Putu adalah warga asli Gilimanuk tepatnya di Jln Layur 6, Linkungan Pengumuman, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Putu merupakan orang yang memerintahkan tersangka lainnya untuk memperbanyak  blanko surat keterangan palsu kesehatan bebas Covid19 kepada para penumpangan agar bisa masuk ke Bali.

Tersangka ketiga adalah Surya Wira Hadi Pratama yang berasal dari Jl. Sadar I, Lingkungan Arum, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Pratama berperan menawarkan adanya blangko kesehatan kosong dan memperbanyak surat keterangan sehat palsu.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Syamsi mengatakan, kasus ini diketahui berkat adanya laporan masyarakat tentang mudahnya para penumpang mendapatkan surat keterangan kesehatan bebas Covid-19 agar bisa masuk Bali.

"Kita tahu protokol Covid19 sangat ketat. Siapa saja yang masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk harus diperiksa sekalipun dari daerah asalnya sudah mengantongi surat keterangan sehat," ujarnya di Denpasar, Jumat (15/5). Dari informasi masyarakat diketahui adanya beberapa pihak yang mengeluarkan keterangan palsu.

Dari informasi tersebut, anggota Polri melakukan pelacakan. Pada  Rabu 13 Mei 2020  pukul 24.00 Wita mendapatkan informasi adanya transaksi penjualan surat keterangan kesehatan palsu di depan Pasar Gilimanuk Lingkungan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.

Unit Reskrim Polsek Kawasan Laut Gilimanuk melaksanakan penyelidikan dan menemukan pelaku Ferdinan Nahak sedang membagikan surat keterangan sehat yang diduga palsu kepada para penumpang mobil travel DK 8888 AAA. Setelah dilakukan intrograsi terhadap Nahak, diketahui bahwa surat keterangan kesehatan yang diduga palsu diperoleh dari pelaku Putu Bagus Setia Pratama.

Petugas langsung menangkap Pratama selang beberapa saat kemudian. Dari Prata dijelaskan bahwa surat blanko keterangan kesehatan bebas Covid-19 itu didapat dari Surya Wira Hadi Pratama.

Hasil interogasi petugas mengatakan, awalnya pelaku Putu Bagus Setia Pratama membawa blangko kesehatan ke percetakan milik Surya Wira Hadi Pratama untuk diedit. Namun pelaku Surya Wira Hadi Pratama menawarkan blanko surat kesehatan yang telah dia buat sendiri di komputer miliknya dan disepakati untuk diperbanyak oleh pelaku Putu Bagus Setia Pratama.

Setelah diperbanyak kemudian blanko tersebut diberikan kepada pelaku Nahak dan kemudian dijual seharga Rp25.000 (dua puluh lima ribu) per surat kepada para penumpang mobil travel Manik Mas No. Pol. DK 8888 AAA.

Selain menjual kepada para penumpang mobil travel Manik Mas Nopol DK 8888 AAA, dijual juga kepada saksi atas nama Muhamad Rois yang merupakan pengendara sepeda motor seharga Rp100.000 (seratus ribu rupiah). Sementara biaya pencetakan surat keterangan kesehatan yang diperoleh pelaku Surya Wira Hadi Pratama seharga Rp1.000 (seribu rupiah) perlembar. Ketiga pelaku diamankan polisi dan kini ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Menurut Kombes Syamsi, ketiga pelaku tergolong cerdik. Pelaku memanfaatkan SE Nomor 04 Tahun 2020 tentang kreteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan dengan Penangangan covid-19 membuat dan menjual surat keterangan kesehatan palsu dan dijual kepada para pengguna Pelabuhan
Gilimanuk.

Barang bukti yang disita antara lain 5 (lima) lembar Surat keterangan Dokter/ Kesehatan yang sudah diisi data lengkap beserta tanda tangan yg dibubuhkan oleh terlapor tersangka Nahak, uang tunai Rp 200.000 (Dua Ratus Ribu Rupiah), 6 (enam) Lembar blanko Surat Keterangan Dokter/ Kesehatan yang berisi nomor register dan identitas perorangan, namun belum berisi identitas dan tanda tangan di atas stampel atas nama Dr. Aulia Marliana, 1 ( satu ) buah pulpen merk faster, 2 (dua) unit HP masing -masing Samsung A10 warna biru dan Oppo F11 warna biru, 1 perangkat komputer yaitu Monitor merk HP L1906i, CPU merk Tomico dan printer merk Epson L210. Para tersangka diancam dengan pasal 263 KUHP atau pasal 268 KUHP tentang membuat surat palsu atau membuat surat keterangan dokter yang palsu dengan ancaman enam tahun penjara. (OL-13)

 

Baca Juga

MI/Fransisco Carollio

DIY Siapkan Beberapa Rencana Hadapi Tahun Ajaran Baru

👤Ardi Teristi 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 06:05 WIB
Pembelajaran di kelas, rencananya akan dibagi dalam dua gelombang, satu rombongan belajar dibagi menjadi dua...
 ANTARA FOTO/Didik Suhartono/wsj.

Jawa Timur Terjunkan Tim Hunter

👤FAISHOL TASELAN 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 06:00 WIB
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur (Jatim) menerjunkan Tim Covid-19 Hunter kesejumlah daerah untuk menanggulangi tingginya jumlah pasien...
ANTARA FOTO/FB Anggoro/aww.

100 Pasien Korona di Riau Sembuh

👤 (RK/DW/SL/PO/N-1) 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 05:55 WIB
SEBANYAK 100 pasien positif covid-19 di Riau sembuh dari total 117 kasus yang terjadi di provinsi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya