Jumat 15 Mei 2020, 20:48 WIB

Saat Pelambatan Ekspor, Januari-April 2020 Ekspor Pertanian Naik

mediaindonesia.com | Ekonomi
Saat Pelambatan Ekspor, Januari-April 2020 Ekspor Pertanian Naik

Ist/Kementan
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto.

 

DI tengah pandemi virus korona yang mengganggu kinerja ekspor nasional, nilai eskpor pertanian justru mencatatkan kenaikan sebesar 12,66 persen (yoy) dengan nilai transaksi sebesar US$ 0,28 miliar. Berdasarkan sektor yang ada, hanya ekspor pertanian saja yang mengalami kenaikan secara tahunan.

"Kenaikan di sektor pertanian membuat total ekspor Indonesia secara kumulatif mencapai US$ 53,95 miliar atau naik sebesar 0,44% (yoy)," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, pada Jumat (15/5).

Menurut Suhariyanto, sepanjang bulan Januari-April 2020 lalu, ekspor hasil pertanian meningkat sebesar 15,15%. Ia menilai capaian ini lebih baik dari capaian jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Adapun negara tujuan ekspor nonmigas pada April 2020 lalu di antaranya negara Tiongkok sebesar US$ 2,21 milia, Amerika Serikat sebesar US$ 1,29 miliar, dan Jepang sebesar US$ 1,04 miliar. Ketiganya terakumulasi memberi kontrobusi sebesar 39,24%.

"Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$ 1,04 miliar," tutur Kepala BPS..

"Dengan memperhatikan pandemi Covid-19, performa ekspor ini masih lebih bagus dari ekspektasi. Ini tentunya sebuah signal positif dan mudah-mudahan ke depan performa ini bisa ditingkatkan lebih jauh," jelas Suhariyanto saat telekonferensi, Jumat (15/5).

Di sisi lain, kenaikan juga terjadi pada upah buruh tani pada awal tahun ini. BPS mencatat, kenaikan upah buruh mencapai 0,12% dari Rp 55.254 pada Maret 2020 menjadi Rp 55.318 per hari pada April 2020.

Menurut Suhariyanto, kenaikan tersebut dipengaruhi oleh inflasi di pedesaan pada April 2020 yakni sebesar 0,11 persen, sehingga upah rill cenderung stabil. "Upah buruh tani April bisa dibilang dalam keadaan stabil," katanya.

Suhariyanto menambahkan bahwa ekspor pertanian yang menjadi catatan diantaranya meliputi produk perkebunan dan pangan seperti sayuran dan buah-buahan. Namun demikian, ada juga kenaikan pada sektor lain seperti kimia dan perlengkapan elektrik.

Kuntoro Boga Andri, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, saat dihubungi mengatakan, ekspor pertanian yang masih dilakukan, utamanya komoditas selain 11 bahan pokok yang masih dibutuhkan pasar domestik.

"Ekspor ini tidak akan mengganggu ketersediaan pangan dan 11 kebutuhan pokok dalam negeri. Ekspor masih didominasi hasil perkebunan dan hortikuktura. Pemerintah terus jaga pangan pokok aman dan stok nasional cukup," tegas Kuntoro. 

Menurut Kuntoro, Mentan Syahrul Yasin Limpo beberapa waktu lalu bahkan melakukan ekspor serentak dari sembilan pintu pengeluaran ekspor di Indonesia secara virtual, untuk setidaknya 166 jenis komoditas ke 43 negara di dunia.

Kinerja ekspor yang masih baik ini, memberi harapan positif ditengah pandemi Covid-19. "Elektronik sertifikat karantina pertanian secara baik masih dapat masuk ke pelabuhan Belanda, meski pandemi masih berlangsung. Ini artinya permintaan pasar Eropa masih tinggi untuk produk kita," kata Kuntoro. (OL-09)

Baca Juga

Antara

Kemendesa PDTT Terima 500 Aduan Terkait BLT Dana Desa

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 03 Juni 2020, 21:26 WIB
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi telah menerima 500 aduan terkait Bantuan Langsung Tunai (BLT) dana desa...
MI/SUSANTO

Terdampak Covid-19, Pendapatan Perusahaan PR Anjlok Hingga 50%

👤Hilda Julaika 🕔Rabu 03 Juni 2020, 21:14 WIB
Wabah covid-19 yang tengah melanda Indonesia beberapa bulan terakhir  telah memukul perusahaan yang bergerak di bidang komunikasi dan...
MI/Heri Susetyo

Perubahan Pelunasan Utang Sukuk Garuda Diumumkan 10 Juni

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 03 Juni 2020, 20:58 WIB
Vice President Corporate Secretary PT Garuda Indonesia Mitra Piranti mengungkapkan bahwa persetujuan perubahan kesepakatan utang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya