Jumat 15 Mei 2020, 20:35 WIB

Satgas Covid-19 Flotim Kirim 17 Sampel Swab Test

Ferdinandus Rabu | Nusantara
Satgas Covid-19 Flotim Kirim 17 Sampel Swab Test

MI/Moat Angga
Pesawat Charter Tiba di Bandara Frans Seda, Sikka untuk melakukan pengambilan sampel swab yang akan dikirim ke Kupang.

 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur (Flotim) sempat mengalami kekurangan Virus Transport Medium (VTM) atau tempat penyimpanan sampel swab. Ini menjadi kendala dalam pengiriman sampel swab.

Namun, akhirnya Pemkab Flotim mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT), sehingga Satgas Covid-19 Flotim bisa mengirimkan sampel swab.

"Benar bantuan VTM dari Pemprov NTT sudah sampai. Ada 100 VTM. Kekurangan VTM menyebabkan beberapa sampel swab belum kami kirim ke Kupang. Namun setelah ada bantuan VTM tersebut, pada hari ini juga kami kirimkan 17 sampel swab ke Laboratorium Dinkes NTT di Kupang," kata Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Pelaksana Satgas Covid-19 Flores Timur, Paulus Igo Geroda, Jumat (15/5).

Baca juga: Tidak Laik Konsumsi, 1 Ton Beras Dikembalikan ke Bulog Purwakarta

Pengiriman sampel swab, lanjutnya, menggunakan kapal feri, karena tidak ada jadwal penerbangan.

"Ada 17 sampel swab yang kami kirimkan menggunakan kapal feri. Sampel swab tersebut merupakan eks penumpang KM Lambelu yang tiba pada tanggal 7 April lalu dan saat ini sedang dikarantina," lanjut Paulus.

Rinciannya, imbuh Paulus, 8 sampel swab untuk swab tahap pertama, 8 sampel swab untuk swab tahap ke-2, dan satu sampel swab dari pasien positif untuk swab tahap ketiga.

"Mudah-mudahan tidak ada penambahan pasien positif covid-19 lagi," ujar Paulus.

Sementara itu, terkait 5 warga karantina yang telah dipulangkan, Paulus menambahkan warga yang dipulangkan tersebut akan menjalanai karantina di wilayah desanya masing-masing sambil menunggu hasil swab kedua.

"Sebelumnya ada 8 warga karantina yang hedak dipulangkan. Namun, 3 warga memilih untuk tetap bertahan di lokasi karantina khusus yang disiapkan Pemkab Flotim. Sementara 5 warga tetap ingin pulang, sehingga mereka dipersilakan pulang, tetapi mereka tetap menjalani protokol kesehatan dengan melakukan karantina selama 14 hari di desa masing-masing.

Menurut Paulus, lima orang tersebut sudah menjalani swab test tahap pertama dengan hasil negatif. "Swab test kedua juga sudah dilakukan, tapi masih menunggu hasil. Jadi, saat ini masih ada 11 warga yang merupakan eks penumpang KM Lambelu yang berada di lokasi karantina,"  pungkasnya. (OL-14)

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Asa Pedagang Oleh-Oleh Garut Jelang Penerapan Kenormalan Baru

👤Antara 🕔Rabu 03 Juni 2020, 08:11 WIB
"Saya berharap pandemi ini segera berakhir dan aktivitas bisa kembali seperti sediakala," kata salah seorang penjual oleh-oleh di...
MI/Pius Erlangga

Sambut New Normal, Kaltim Wajibkan Fasilitas Umum Higienis

👤Antara 🕔Rabu 03 Juni 2020, 07:31 WIB
Dia berharap tempat-tempat kerja maupun fasilitas pelayanan publik betul-betul dibersihkan secara berkala dengan menggunakan cairan...
DOK NasDem

Legislator NasDem Dukung New Normal Asal Patuh Protokol Kesehatan

👤Martinus Solo 🕔Rabu 03 Juni 2020, 07:14 WIB
Anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi NasDem Dapil Papua Barat, Rico Sia menilai kenormalan baru merupakan cara baru menjalani kehidupan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya