Jumat 15 Mei 2020, 20:26 WIB

OJK: 1,48 Juta Nasabah Leasing Ajukan Keringanan Cicilan

Despian Nurhidayat | Ekonomi
OJK: 1,48 Juta Nasabah Leasing Ajukan Keringanan Cicilan

MI/Ramdani
Otoritas Jasa Keuangan

 

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga 12 Mei 2020 terdapat 1,48 juta debitur perusahaan pembiayaan yang mengajukan restrukturisasi kredit. 

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengungkapkan bahwa nilai restrukturisasi tersebut telah mencapai Rp44,61 triliun. 

"Hampir semua komit dan sudah melaporkan. Untuk lembaga keuangan, yang sudah restrukturisasi, jumlah kontraknya 1.484.768 nasabah dengan nilai Rp 44,61 triliun," ungkap Wimboh dalam video conference, Jumat (15/5).

Lebih lanjut, dia mengungkapkan saat ini dari 183 perusahaan pembiayaan, sebanyak 180 perusahaan telah menerima permohonan restrukturisasi dan menyampaikan laporannya kepada OJK.

Baca juga :Himbara Sudah Restrukturisasi Kredit 1,7 Juta Debitur

Menurutnya untuk jumlah nasabah yang mengajukan permohonan restrukturisasi kredit sendiri telah mencapai 2.210.448 kontrak. Sedangkan saat ini yang masih dalam proses persetujuan mencapai 658.222 kontrak.

Sementara itu, untuk restrukturisasi perbankan, berdasarkan data per 10 Mei lalu, terdapat 88 bank yang sudah melakukan restrukturisasi kepada 3,88 juta debitur. 

"Nilainya mencapai Rp336,97 triliun. Dari jumlah tersebut, restrukturisasi terbesar diberikan kepada nasabah UMKM yang mencapai 3,42 juta debitur dengan nilai Rp167,1 triliun," sambungnya.

Restrukturisasi ini menurut Wimboh tidak otomatis bisa didapatkan oleh nasabah. Debitur yang bisa mendapatkan restrukturisasi harus memenuhi beberapa syarat. Misalnya seperti plafon kredit/pembiayaan UMKM maksimal Rp10 miliar rupiah, debitur merupkan existing individual/perusahaan termasuk debitur kendaraan bermotor roda dua /empat, dan lain-lain. 

Dia mengatakan pelaksanaan restrukturisasi memang menemui banyak kendala. Penyebabnya yaitu adanya perbedaan persepsi masyarakat karena kurangnya pemahaman. 

“Selain itu, kendala lain yakni industri (baik bank maupun multifinance) yang masih berpedoman pada SOP (standard operational procedure) lama sehingga cenderung memakan waktu dan birokrasi,” pungkas Wimboh. (OL-2)

 

Baca Juga

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian/Tim Riset MI-NRC

89 Proyek Penggerak Ekonomi

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 05:24 WIB
Selama 2020-2024, proyek strategis nasional ditargetkan bisa menyerap 4 juta tenaga kerja setiap...
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/wsj.

Sensus Penduduk Daring Berakhir

👤(Mir/E-3) 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 04:30 WIB
BADAN Pusat Statistik (BPS) menutup sensus penduduk daring tadi malam pukul 23.59 WIB. Hingga kemarin siang, sensus yang dimulai sejak 15...
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

Pasar Optimistis Prospek Ekonomi ke Depan

👤HILDA JULAIKA 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 04:20 WIB
RENCANA pembukaan kembali sejumlah aktivitas perekonomian dan terjaganya stabilitas sistem keuangan Indonesia menimbulkan optimisme...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya