Senin 29 Februari 2016, 14:33 WIB

Penghuni Bawah Tol Berharap Diberi Waktu

Irwan Saputra | Megapolitan
Penghuni Bawah Tol Berharap Diberi Waktu

MI/Ramdani

 

PERNYATAAN Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi mengenai penggusuran pemukiman liar di bawah Tol Pluit Tomang di Jalan Kepanduan II belum diketahui warga di sana. Sampai saat ini, belum ada surat pemberitahuan maupun imbauan secara langsung untuk penggusuran yang akan dilakukan pada Selasa (1/3) itu.

Yanto, 42, warga yang tinggal di salah satu gubuk di bawah jalan Tol tersebut terlihat kaget ketika ditanya mengenai rencana Pemda untuk membongkar pemukiman mereka. Katanya, hal tersebut belum pernah diberitahukan oleh pemerintah sama sekali.

"Belum pernah diberitahukan ke kita. Masak tiba-tiba besok mau bongkar? Gimana kita mau persiapan ngamanin barang-barang kita di rumah?" ujar pria yang sudah 17 tahun tinggal di sana, Senin (29/2).

Ia berharap, pemerintah dapat memberi waktu kepada warga dengan memberi surat peringatan agar warga dapat waktu untuk berbenah.

"Bukan cuma itu. Anak-anak kita kan lagi sekolah, mendekati ujian, kalau tiba-tiba seperti itu bagaimana ngurusnya," katanya.

Walau demikian, Ia tetap pasrah jika pemerintah harus meratakan pemukiman mereka. "Namanya juga bangunan liar. Kita gak bisa nuntut apa-apa."

Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi menegaskan akan menggusur kawasan tersebut dengan alat-alat berat yang dipakai untuk penggusuran Kalijodo.

Walau belum memberikan surat peringatan, Camat Penjaringan Abdul Khalit mengatakan bahwa tempat itu sudah pernah digusur sebelumnya, jadi, tidak perlu memakai surat peringatan lagi, hanya imbauan saja. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More