Jumat 15 Mei 2020, 17:32 WIB

Yurianto : Perjalanan Dibolehkan saat PSBB dengan Syarat Ketat

Andhika Prasetyo | Humaniora
Yurianto : Perjalanan Dibolehkan saat PSBB dengan Syarat Ketat

Antara/Sigid Kurniawan
Juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19 Achmad Yurianto

 

DALAM beberapa hari terakhir, publik dibuat bingung sekaligus geram dengan kebijakan pemerintah yang dinilai tidak tegas dalam penanganan covid-19

Sebut saja ketika masyarakat berbondong-bondong memenuhi Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (14/5) lalu, tanpa adanya pembatasan sosial.

Menanggapi kejadian tersebut, Juru bicara Pemerintah untuk penanganan covid-19 Achmad Yurianto mengungkapkan pemerintah hingga saat ini tidak mengubah sikap terkait pembatasan sosial. Kebijakan tersebut, lanjut dia, diupayakan terus berjalan efektif di lapangan.

Hanya saja, karena beberapa alasan, ia mengaku bahwa Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 harus mengakali pembatasan supaya tidak sepenuhnya membatasi.

Maksudnya adalah terdapat beberapa sektor yang memang harus tetap beroperasi. Seperti yang sudah diketahui sejauh ini, ada beberapa bidang usaha yang diizinkan tetap menjalankan kegiatan karena memiliki sifat yang sangat strategis.

Baca juga : Update Covid-19, Pasien Sembuh Meningkat Jadi 3.803 Orang

Begitu pula dengan mobilitas manusia. Yuri, demikian sapaan akrabnya, menyatakan bahwa sebagian masyarakat diperbolehkan melakukan perjalanan di tengah masa PSBB.

Hal tersebut pun diatur dalam Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Ia menekankan bahwa SE tersebut dikeluarkan bukan untuk menghilangkan pembatasan, melainkan untuk mengatur agar pembatasan tidak terlalu membatasi.

"Itu bukan bermakna mengilangkan pembatasan karena di dalam surat itu disebutkan dengan tegas siapa saja yang masih boleh melaksanakan perjalanan selama masa PSBB. Contoh, ada satu daerah yang membutuhkan tenaga sukarelawan baik medis ataupun nonmedis, butuh dokter spesialis paru, tenaga teknisi laboratorium, orang-orang itu yang diberikan izin," jelas Yuri dalam konferensi pers, Jumat (15/5).

Dalam proses perjalanan itu pun, mereka yang diberi pengecualian tetap harus memenuhi persyaratan dengan membawa dokumen resmi berupa surat penugasan dari instansi masing-masing.

"Mereka juga harus dalam kondisi sehat yang dibuktikan dengan surat ketreangan sehat.Itu yang harus kita lihat sebagai upaya mengatur pembatasan," tuturnya. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA/Irwansyah Putra

Sistem Kerja dengan Kondisi Normal Baru bagi ASN Diterapkan 5 Jun

👤 Indriyani Astuti 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 07:44 WIB
"Tugas dan fungsi ASN dalam tatanan normal baru dilakukan dengan tetap memprioritaskan aspek kesehatan dan keselamatan dengan...
covid19.go.id/Riset MI-NRC

Pola Hidup Baru Turunkan Penularan Covid-19

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 05:47 WIB
Data terbaru pasien sembuh dari covid- 19 bertambah lagi 252 orang sehingga total pasien sembuh menjadi...
MI/BARY FATHAHILAH

Kemenag Beri Wewenang kepada Kecamatan

👤Ifa/Ins/JS/X-11 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 05:30 WIB
Kebijakan itu akan dievaluasi setiap bulan terkait dengan situasi pandemi. Bila ada rumah ibadah di sebuah kecamatan tapi sering digunakan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya