Jumat 15 Mei 2020, 17:03 WIB

BI: Nilai Tukar Rupiah dan Inflasi Tetap Terkendali

Despian Nurhidayat | Ekonomi
BI: Nilai Tukar Rupiah dan Inflasi Tetap Terkendali

Antara/Aprillio Akbar
Ilustrasi uang rupiah dan dolar AS.

 

MENCERMATI kondisi perekonomian domestik, khususnya dampak pandemi covid-19, Bank Indonesia (BI) menyatakan nilai tukar rupiah mengalami pelemahan terbatas secara periodik.

Hal itu terlihat dari indikator nilai tukar rupiah pada Kamis (14/5), yang ditutup pada level Rp 14.840 per dolar Amerika Serikat (AS). Adapun yield SBN (Surat Berharga Negara) 10 tahun juga naik ke level 7,83%, DXY1 naik ke level 100.47 dan yield UST (US Treasury Note) 2 10 tahun naik ke level 0,622%.

"Pada Jumat (15/5) ini nilai tukar rupiah dibuka pada level Rp 14.850 per dolar AS. Kemudian, yield SBN 10 tahun stabil pada 7,78%," ujar Kepala Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko, dalam keterangan resmi, Jumat (15/5).

Baca juga: Antisipasi Covid-19, BI Keluarkan 5 Kebijakan Penguatan Rupiah

Aliran modal asing pada minggu ketiga Mei juga menurun. Hal ini dilihat dari premi CDS (Credit Default Swaps) 3 Indonesia 5 tahun turun ke 200,32 bps per 14 Mei, dari sebelumnya 204,05 bps per 8 Mei.

"Berdasarkan data transaksi 11-14 Mei, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp 4,17 triliun. Dengan beli neto di pasar SBN sebesar Rp 7,21 triliun. Sementara jual neto di pasar saham sebesar Rp 3,04 triliun. Berdasarkan data setelmen selama 2020 (ytd), nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp 166,68 triliun," papar Onny.

Bank Sentral juga menegaskan kembali bahwa sesuai proyeksi, tingkat inflasi tahun ini tetap terkendali dan berada pada sasaran inflasi. Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu kedua Mei, perkembangan harga pada Mei diperkirakan deflasi -0,04% (mtm), ataulebih rendah dari bulan sebelumnya.

Baca juga: Bertahan Saat Pandemi, Jokowi Ajak Masyarakat Beli Produk Lokal

"Sehingga inflasi secara tahun kalender sebesar 0,80% (ytd). Secara tahunan sebesar 2,08% (yoy)," pungkas Anto.

Penyumbang utama deflasi pada periode laporan, yakni komoditas telur ayam ras (-0,09%), bawang putih (-0,05%), cabai merah (-0,04%), cabai rawit (-0,03%), emas perhiasan (-0,02%), kangkung dan bayam masing-masing sebesar -0,01% (mtm).

Sementara itu, komoditas utama yang menyumbang inflasi, yaitu daging ayam ras (0,05%), bawang merah (0,03%), angkutan udara (0,03%), udang basah, ikan tongkol, jeruk dan air minum kemasan masing-masing sebesar 0,01% (mtm).(OL-11)

 

Baca Juga

Istimewa

Moeldoko dan Fadli Zon Sepakat Akhiri Dualisme HKTI

👤Antara 🕔Kamis 28 Mei 2020, 22:05 WIB
Kedua pimpinan HKTI ini melihat kesejahteraan petani dan pertanian menjadi tugas bersama dan keduanya sepakat menyisihkan konflik yang...
Istimewa

Kemenaker Apresiasi Bantuan Kesehatan untuk Pekerja Migran

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Mei 2020, 22:04 WIB
Para mantan pekerja migran merupakan kelompok yang turut terdampak pandemi covid-19). Sampai saat ini sekitar 70 ribu pekerja migran harus...
Antara/Nova Wahyudi

Ini Yang Disampaikan Menko Airlangga ke DPR Soal Kenormalan Baru

👤M Ilham Ramadhan 🕔Kamis 28 Mei 2020, 21:35 WIB
Data yang tersaji menunjukkan beberapa daerah yang telah siap untuk menerapkan new...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya