Jumat 15 Mei 2020, 11:35 WIB

Produksi Batu Bara Adaro Naik 5%

Raja Suhud | Ekonomi
Produksi Batu Bara Adaro Naik 5%

Dok. Adaro
CEO Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir

 

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mencatatkan kenaikan volume produksi batu bara sebesar 5% pada triwulan pertama tahun ini. 

Hal ini terjadi berkat kuatnya permintaan di awal kuartal atau triwulan ini walaupun pasar batu bara mengalami kondisi yang sulit. 
Pasar batu bara yang lemah semakin terpukul dengan adanya covid-19 yang mendorong penurunan aktivitas bisnis maupun industri demi mengurangi penularan penyakit ini.

Adaro  mencatat produksi sebesar 14,41 juta ton, atau naik 5% dari triwulan tahun sebelumnya.  Adaro juga berhasil  mencatat EBITDA operasional sebesar AS$265 juta, dan laba inti sebesar AS$136 juta di kuartal ini. 

"Pencapaian ini mencerminkan solidnya kinerja bisnis inti serta keunggulan operasional, " ungkap Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Garibaldi Thohir dalam rilisnya.

Belanja modal bersih pada kuartal ini tercatat mencapai AS$56 juta. Kemudian Adaro  menghasilkan arus kas bebas sebesar AS$96 juta pada 1Q20, bukti dari kemampuan untuk menghasilkan kelebihan arus kas dari operasional perusahaan

"Pada waktu yang penuh tantangan bagi ekonomi dan pasar batu bara global ini, kami senantiasa meningkatkan efisiensi, memastikan disiplin pengeluaran dan menjaga posisi keuangan yang sehat,"  kata Garibaldi.

Di saat yang sama,lanjutnya,  kami harus melindungi kesehatan dan keselamatan para karyawan untuk menjaga operasi yang aman dan andal.

"Hal ini merupakan tantangan yang tidak terduga bagi kita semua, dan saya menghargai upaya para karyawan sekalian yang telah menghadapi tantangan ini. Adaro Energy tetap bertahan di posisi yang baik untuk mengatasi tantangan jangka pendek ini dengan dukungan operasi dan posisi keuangan yang solid," tandasnya. 

Imbas dari pandemi covid-19 ini membawa dampak pada berkurangnya setoran royalti dari Adaro terhadap negara. Royalti yang dibayarkan kepada Pemerintah Indonesia turun 13% y-o-y menjadi AS$80 juta, akibat penurunan pendapatan yang tercatat untuk 1Q20 karena  penurunan harga jual rata-rata (ASP)yang lebih rendah secara tahunan. (E-1)

Baca Juga

Antara

Pemerintah belum Putuskan Boleh-Tidaknya Ojol Bawa Penumpang

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 01 Juni 2020, 15:39 WIB
Pada saat kebijakan kenormalan baru diterapkan, para pengemudi ojek online berharap pemerintah kembali mengizinkan mengangkut...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Sektor Ekonomi Dibuka Kembali untuk Hentikan Ancaman Krisis

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 01 Juni 2020, 15:29 WIB
Tudingan pemerintah terlalu berpihak pada pengusaha di saat pandemi, sebenarnya kurang tepat karena sektor usaha dan ekonomi justru...
DOK KEMENKOPUKM

KemenKop Apresiasi OJK Tinjau Indikasi Penyimpangan Koperasi

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 01 Juni 2020, 14:00 WIB
Sekretaris KemenKopUKM Rully Indrawan mengatakan pada 28 Mei 2020 telah dilakukan klarifikasi, dan ditemukan ada 35 koperasi yang perlu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya