Jumat 15 Mei 2020, 08:43 WIB

Dolar Melonjak ke Level Tertinggi dalam Tiga Minggu

Antara | Ekonomi
Dolar Melonjak ke Level Tertinggi dalam Tiga Minggu

ANTARA
Dolar AS melonjak ke level tertinggi dalam tiga minggu pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).

 

DOLAR AS melonjak ke level tertinggi dalam tiga minggu pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena para pedagang mengabaikan sekitar tiga juta klaim pengangguran baru, bukti gelombang kedua PHK terkait virus korona.

Yen Jepang dan franc Swiss keduanya melemah terhadap dolar dan datar terhadap euro, dan saham-saham AS berakhir lebih tinggi, menunjukkan permintaan terhadap dolar bukan bagian dari langkah risk-off atau penghindaran risiko yang lebih luas.

Laporan klaim pengangguran mingguan Departemen Tenaga Kerja pada Kamis (14/5), data yang paling tepat waktu tentang ekonomi, mendukung anggapan bahwa akan butuh waktu aktivitas untuk pulih bahkan ketika bisnis di banyak negara bagian dibuka kembali setelah ditutup pada pertengahan Maret ketika pihak berwenang mencoba memperlambat penyebaran covid-19, penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus.

Data terbaru meningkat menjadi 36,5 juta jumlah orang yang telah mengajukan klaim untuk tunjangan pengangguran sejak pertengahan Maret, dengan lebih dari satu dari lima pekerja kehilangan pekerjaan mereka. Klaim akan dicermati dalam beberapa minggu mendatang untuk tanda-tanda apakah perusahaan mempekerjakan kembali saat bisnis dibuka kembali.

Baca juga: Harga Minyak Naik karena Penurunan persediaan AS dan Data IEA

Indeks dolar, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang saingannya, naik 0,20% menjadi 100,37, mencapai tertinggi tiga minggu di 100,56 di awal sesi.

"Dolar mengabaikan klaim pengangguran yang lebih tinggi dari perkiraan, dan deflasi harga perdagangan, meskipun Wall Street turun, sebelum kemudian berbalik lebih tinggi," tulis analis di Action Economics.

Euro turun 0,23% terhadap dolar pada 1,079 dolar.

"Fundamental ekonomi masih suram di kedua sisi Atlantik, dengan pasar terus melihat melalui data. Gambaran besar, pasangan ini tetap berada dalam rentang perdagangan baru-baru ini, dan sampai pandangan yang lebih jelas tentang pembukaan kembali ekonomi, lebih banyak hal yang sama diantisipasi," tulis para analis.

Sebelumnya di sesi itu, pound jatuh di bawah garis 1,22 dolar untuk pertama kalinya dalam lebih dari lima minggu setelah data Rabu (13/5)

menunjukkan ekonomi Inggris menyusut dengan rekor 5,8% pada Maret ketika krisis virus korona meningkat. Kemudian pulih, terakhir melemah hanya 0,06% pada 1,222 dolar. (A-2)

Baca Juga

DOK KEMENTAN

Bupati Landak Dukung Demplot Padi 5 Varietas Unggul

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 02 Juni 2020, 18:46 WIB
Kehadiran kegiatan demplot varietas unggul bersertifikat pun berdampak nyata pada petani yakni bisa melihat secara langsung jenis padi yang...
DOK KEMENTAN

BPS: Hanya Sektor Pertanian Saja yang Alami Kenaikan Ekspor

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 02 Juni 2020, 18:34 WIB
Dia menjelaskan, tercatat, ekspor pertanian pada April 2020 sebesar US$0,28 miliar atau tumbuh 12,66% dibandingkan periode yang sama tahun...
 MI/PIUS ERLANGGA

Inflasi Mei 2020 Rendah karena Kesiapan Pasokan Pangan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 02 Juni 2020, 18:29 WIB
PSBB memengaruhi tingkat pendapatan masyarakat. Sehingga aktivitas belanja masyarakat ikut...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya