Jumat 15 Mei 2020, 06:20 WIB

Polisi Bandar Divonis Mati

(KG/J-2) | Megapolitan
Polisi Bandar Divonis Mati

123rf.com
ilustrasi

 

MAJELIS Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok menjatuhi hukuman mati bagi tiga bandar besar narkoba jaringan interna sional. Ketiga terdakwa yakni Hartono Tugimin dan Faisal bin Usman, merupakan anggota Brimob yang aktif bertugas di Polda Metro Jakarta Raya, serta Muhammad Mahmuji, warga sipil.

Persidangan narkoba dengan barang bukti mencapai 37,9 kg dipimpin Muhammad Iqbal Hutabarat beranggotakan Forci Nilpa Darma serta Nugraha Medica Prakasa. Sidang berlangsung di tengah suasana pandemik virus korona dengan mengambil jarak melalui teleconference, kemarin siang. Majelis hakim mengambil tempat di Pengadilan Negeri Kota Depok, jaksa penuntut umum di Kejaksaan Negeri Kota Depok, serta para terdakwa bersama pengacara dari Rumah Tahanan Cilodong.

Dengan mengutip hasil persidangan, Humas PN Depok Ahmad Fadil menjelaskan, ketiga terdakwa divonis hukuman mati karena beberapa pertimbangan yang memberatkan. Pertimbangan pertama, barang bukti yang disita sangat besar. Saat ini harga sabu di tingkat pengedar berkisar Rp1,5 juta per gram. Dengan demikian narkoba jenis sabu yang saat itu hendak disalurkan terdakwa kepada pengedar bernilai Rp56.850.000.000.

Selanjutnya, posisi Hartono dan Faisal selaku polisi aktif yang seharusnya menegakkan hukum justru menjadi penyeleweng hukum. "Terdakwa Hartono dan Faisal sebagai anggota kepolisian semestinya menjadi contoh bagi masyarakat karena mengerti hukum," papar Ahmad Fadil.

Majelis hakim berkesimpulan ketiga terdakwa terbukti bersalah sebagaimana dakwaan dan tuntutan penuntut umum yaitu melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU-RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan putusan pidana mati. Mengetahui bahwa bandar besar narkoba yang bergelimang uang sering mendapat perlakuan istimewa dalam penjara saat menjalani hukuman, majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan dengan mencabut hak komunikasi terdakwa dengan siapa pun.

"Terhadap putusan yang dibacakan tersebut masih dapat dilakukan upaya hukum baik oleh para terdakwa maupun oleh jaksa penuntut umum, " pungkas Fadil. (KG/J-2)

Baca Juga

Antara Foto/FAUZAN

Polri Berhasil Putarbalikan 132.582 kendaraan

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 02 Juni 2020, 18:50 WIB
Sebanyak 132.582 kendaraan diminta putar balik selama 39 hari pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2020 sejak Jumat 24 April hingga Senin 1...
123rf.com

Lebih Rendah Dari Jatim, Jumlah Kasus Baru DKI Terus Menurun

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 02 Juni 2020, 18:50 WIB
Jumlah pertambahan kasus positif covid-19 di Jakarta terus menurun. Hari ini, 2 Juni jumlah kasus covid-19 sebanyak 73...
MI/Andry Widiyanto

New Normal, Organda DKI Usul Ada Pembayaran Digital

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 02 Juni 2020, 18:41 WIB
"Supaya terkontrol, bisa pakai sistem digital. Kita harus memanfaatkan IT. Lebih baik dengan uang digital," kata...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya