Senin 29 Februari 2016, 13:21 WIB

Rumah Ibadah di Kalijodo akan Dibongkar Sendiri oleh Warga

Sri Cahya Lestari | Megapolitan
Rumah Ibadah di Kalijodo akan Dibongkar Sendiri oleh Warga

MI/Panca Syurkani

 

SELURUH bangunan di kawasan Kalijodo sudah diratakan petugas. Namun, khusus untuk rumah ibadah, akan dibongkar sendiri oleh warga.

Seperti diketahui, di kawasan Kalijodo yang merupakan lokasi prostitusi tertua di Jakarta, berdiri Masjid Al Mubaarokah yang berada di Jalan Kepanduan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat serta Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Jalan Kepanduan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Wali Kota Jakarta Barat Anas Efendi mengatakan pengurus rumah ibadah dan warga dipersilakan membongkar rumah ibadah mereka sendiri.

Karena itu, kata Anas, dalam pembongkaran hari ini petugas tidak meruntuhkan bangunan rumah ibadah baik itu masjid maupun gereja.

"Masjid sengaja emang ditinggal. Biar pengurus masjid yang bongkar sendiri. Kalau yang lainnya sebagaimana yang sudah disosialisasikan diadakan pembongkaran," ujar Anas saat ditemui di kawasan Kalijdo, Senin (29/2).

Lanjut Anas, untuk masjid Al Mubaarokah, Pemkot Jakbar akan bermusyawarah dengan pengurus mengenai batas waktu pembongkaran.

"Kan Ruang Terbuka Hijau peruntukannya enggak boleh ada bangunan. Kan kita mau mengembalikan fungsi. Kalau mengembalikan fungsi ya total menyeluruh dan kalau ada masjid juga warganya kan sudah ga ada," kata Anas.

Saat ini, ungkap Anas, eksekusi pembongkaran Kalijodo dilakukan oleh 6.200 petugas gabungan terdiri dari Satpol PP, TNI dan Polri. Ada sekitar 12 alat berat yang beroperasi sejak pukul 7.30 WIB.

"Sesuai jadwal. SP3 dan SPB (Surat Perintah Bongkar), pembongkaran 7.30 selama 1x24 jam. Di lapangan sudah sampai 90% perapihan puing-puing. Mudah-mudahan jam 13.00 sudah beres. Tinggal puing-puing. Dan warga Jakbar 350 jiwa dari 105 KK. Sebanyak 86 KK yang punya KTP DKI sudah di rusun," pungkas Anas. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More