Kamis 14 Mei 2020, 22:30 WIB

100 ABK Mudik ke Solo Minta Dikarantina di Hotel

Widjajadi | Nusantara
100 ABK Mudik ke Solo Minta Dikarantina di Hotel

Ilustrasi
ABK minta karantina di hotel

 

WALI KOTA FX Hadi Rudyatmo tidak mempermasalahkan penggunaan hotel di Kota Solo sebagai tempat karantina mandiri, sepanjang memberi pelaporan dan juga penerapan protokol kesehatan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 (GT-PPC)  Kota Solo.

Hal tersebut diungkap seiring adanya laporan tentang keinginan 100 anak buah kapal (ABK) mudik ke Solo, untuk memilih karantina mandiri di hotel ketimbang dimasukkan ke gedung isolasi covid-19 di Graha Wisata Niaga Sriwedari

Pihak menejemen Hotel Harris-Pop Purwosari telah memberikan laporan, pihaknya sudah melakukan reservasi terhadap 100 ABK, yang menginginkan masuk hotel bintang empat saat mudik di Kota Solo, sebagai pilihan tempat karantina mandiri selama 14 hari.

Sementara Pemkot dengan GT-PCC sejak awal sudah menyediakan dan mengharuskan para perantau mudik, harus menjalani karantina 14 hari di Graha Wisata Niaga, sebelum pulang ke rumah masing masing

Rudy menambahkan, pihak menejemen hotel harus melaporkan setiap ada tamu dalam situasi wabah covid, sebagai upaya pencegahan rantai penularan.

" Termasuk rombongan ABK yang datang luar negeri, harus memenuhi terlebih dulu  protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah dalam penanganan covid-19," katanya

Menejemen hotel juga harus bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota, yang nanti akan melaksabakan verifikasi kesehayan tehadap rombongan ABK yang akan masuk Solo.

Baca juga :Data Penerima Bansos di Banyuwangi Dipublikasi

" Itu yang nanti harus dipenuhi rombongan ABK saat masuk ke Hotel Pop," imbuh dia

Sementara itu, Direktur Sales dan Marketing Hotel Harris-Pop! Solo, Rani Febriana  menjelaskan usai rapat koordinasi dengan tim GT-PCC Kota Solo, pihaknya yang sudah menerima reservasi dari 100 ABK, secepatnya menyusun protokol kesehatan karantina mandiri.

" Karena menjadi pilihan dari 100 ABK yang masuk Solo, kami harus koordinasi dengan Pemkot. Kalau diperbolehkan menerima, apa yang harus disiapkan," katanya, Kamis (14/5).

Selama 14 hari melakukan karantina mandiri, pihak menejemen hotel memberikan penawaran harga Rp 5,6 juta non pelayanan untuk pemesanan makan. Jika nanti yang dikehendaki lengkap makan harga yang ditawarkan Rp 6,8 juta

Kamar yang disediakan untuk 100 ABK adalah 100 dari 108 kamar  di Hotel Pop. Sedang kamar  Hotel Harris hingga kini masih dimanfaatkan mitra corporate. Pihak hotel masih menunggu kedatangan ABK yang melalui jakur laut, karena tidak bisa menggunakan jalur penerbangan.(OL-2)

Baca Juga

MI/Ramdani

Pengumuman Kelulusan dan Kenaikan Kelas di Sumenep Lewat WhatsApp

👤Mohammad Ghozi 🕔Senin 01 Juni 2020, 16:26 WIB
"Karena berada pada masa belajar di rumah, pengumuman kelulusan SD dan SMP akan disampaikan melalui pesan berantai maupun grup...
ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Sidoarjo akan Gunakan Mal Pelayanan Publik untuk Tempat Isolasi

👤Heri Susetyo 🕔Senin 01 Juni 2020, 15:57 WIB
"Kita akan gunakan lantai atas MPP untuk tempat isolasi dan perawatan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo Syaf...
Ilustrasi

Pelaku Penyerangan Polsek, Diduga Simpatisan ISIS

👤Yona Hukmana 🕔Senin 01 Juni 2020, 15:55 WIB
Pelaku penyerangan Polsek Daha Selatan, Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (1/6), yang menewaskan satu anggota polisi itu, diduga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya