Kamis 14 Mei 2020, 18:39 WIB

Jelang Lebaran, Pasar Harus Patuhi Protokol Kesehatan

M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi
Jelang Lebaran, Pasar Harus Patuhi Protokol Kesehatan

Antara/Ahmad Subaidi
Pedagang tetap menggunakan masker saat berjualan di Pasar Ampenan, Mataram, NTB.

 

MENTERI Perdagangan, Agus Suparmanto, mengingatkan protokol kesehatan saat bertransaksi di pasar yang harus dilakukan pengelola pasar, pedagang dan pembeli.

Kementerian Perdagangan telah menyiapkan SOP protokol kesehatan untuk pasar rakyat dan pasar modern. Di antaranya, pengelola pasar harus menyiapkan dan memastikan seluruh pedagang menggunakan masker dan sarung tangan selama beraktivitas.

Selanjutnya, memastikan elemen pasar negatif covid-19 dari rapid test atau PCR, yang difasilistasi pemerintah daerah. Pintu masuk pasar harus menggunakan batas pagar guna mengontrol jumlah pengunjung.

Baca juga: Positif Covid-19, 86 Pedagang Pasar Besar Bojonegoro Dikarantina

"Di mana mengontrol 30% dari kapasitas dari batas normal dengan 2,5 jam waktu pengunjung interval," jelas Agus saat menyampaikan protokol kesehatan melalui telekonferensi, Kamis (14/5).

Pengelola pasar menyediakan petugas informasi untuk memastikan pengunjung menghindari kontak fisik. Serta, menyediakan sarana dan alat kesehatan mengatur waktu operasional.

"Menerapkan physical distancing antara pedagang dan pembeli, memberikan teguran dan sanksi kepada pedagang yang tidak menerapkan SOP ini," katanya.

Baca juga: Imbas Covid-19, Ribuan Kios di Pasar Tradisional di Depok Tutup

Pedagang harus mengoptimalkan berjualan di ruang terbuka atau tempat parkir dengan jarak antar pedagang sekitar dua meter. "Wajib mematuhi protokol kesehatan, seperti membersihkan kios, menggunakan masker dan sarung tangan, berikut menjaga barang dagangannya higenis," pungkas Agus.

Pembeli juga wajib mematuhi protokol kesehatan, yakni menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, serta menghindari pembayaran dengan uang tunai di retail modern, kecuali di pasar rakyat. Pembeli diminta menyiapkan plastik untuk uang yang baru diterima, menerapkan physical distancing dan memilih jam yang telah disesuaikan.

Masyarakat diimbau mengoptimalkan perdagangan digital, yang bisa diakses lewat WhatsApp, ojek online dan platform e-commerce. Hal itu untuk meminimalkan mobilitas di luar rumah, serta menghindari kontak langsung dengan orang lain.(OL-11)

 

 

 

Baca Juga

Antara/Agung Rajasa

Punya Kontribusi Besar, Kinerja Sektor Manufaktur Perlu Digenjot

👤Hilda Julaika 🕔Senin 25 Mei 2020, 15:16 WIB
Tahun lalu, kontribusi sektor industri terhadap PDB mencapai 17,58%. Angka itu menunjukkan sektor industri masih memberikan kontribusi...
MI/SUSANTO

DPD HIPPI DKI Jakarta Apresiasi Langkah Menteri BUMN Bantu UMKM

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 25 Mei 2020, 14:30 WIB
UMKM yang bergerak disektor kontruksi dan konsultan tahun ini diperkirakan peluang mendapatkan pekerjaan dari pemerintah sangat...
Antara/Wahdi Septiawan

Neraca Perdagangan Produk Pertanian Masih Positif

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 25 Mei 2020, 13:54 WIB
Ini merupakan dampak dari penguatan produksi dalam negeri dan upaya pemerintah membuka akses pasar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya