Kamis 14 Mei 2020, 13:42 WIB

Antisipasi Pasca Pandemi, Penyuluh Dorong Percepatan Tanam

mediaindonesia.com | Ekonomi
Antisipasi Pasca Pandemi, Penyuluh Dorong Percepatan Tanam

DOK KEMENTAN
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi (pegang microphone).

 

Kementerian Pertanian terus memperkuat sektor pertanian, tidak hanya dalam masa pandemi Covid-19 namun juga hingga pasca pandemi Covid-19. Salah satunya dengan mendorong percepatan tanam melalui Komando Strategis Pembanguan Pertanian yang ada di kecamatan (Kostratani).

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo menyebutkan bahwa dalam masa pandemi Covid-19 ini memang banyak hal yang perlu disiapkan karena bukan hanya persoalan orientasi medis atau masalah kesehatan tetapi juga berdampak pada ekonomi dan ketersediaan pangan. Untuk itu soal pangan harus menjadi prioritas utama yang perlu di antisipasi bahkan sampai pasca pandemi.

“Walau dalam kondisi pandemi covid-19, pertanian don't stop, maju terus. Pangan harus tersedia dan rakyat tidak boleh bermasalah soal pangan. Setelah panen, segera lakukan percepatan tanam, tidak ada lahan yang menganggur selama satu bulan," kata Mentan SYL.

Hal ini kembali disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, dalam Webinar Nasional yang dilangsungkan oleh Universitas Andalas melalui video conference pada Kamis (14/05).

Webinar Nasional ini juga melibatkan sejumlah dekan fakultas pertanian yang tergabung dalam FKPTPI (Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia).

Dalam kesempatan ini Dedi memaparkan berbagai upaya yang dilakukan Kementerian Pertanian dalam mengantisipasi pasca pandemi Covid-19, yang salah satunya dari segi penguatan sumber daya manusia pertanian pertama melalui program Kostratani.

“Kostratani ini ibarat menu lengkap, dari on farm (hulu) hingga off farm (hilir) pertanian tidak lepas dari peran Kostratani, dan semua berbasis IT. Apalagi di saat Covid-19  seperti ini, peran Kostratani menjadi makin meningkat dalam menyediakan stok pangan," ujar Dedi.

Di Kostratani, peran penyuluh menjadi optimal dalam memberikan pendampingan dan pengawalan kepada petani, sehingga petani tidak hanya mampu meningkatkan produksi tapi juga mampu meningkatkan produktivitas, kualitas, dan efisiensinya.

Bahkan upaya ini ditargetkan untuk mengantisipasi pasca pandemi Covid-19 ditambah adanya peringatan dari FAO terkait ancaman krisis pangan global akibat dampak pandemi Covid-19. Mengantisipasi hal tersebut penyuluh terus mendampingi petani untuk gencar melakukan percepatan masa tanam sebagaimana yang diamanatkan Menteri Pertanian.

“Tugas penyuluh dalam masa pandemi Covid-19 tidak mudah. Mereka harus terus mendampingi petani dengan turun ke lapangan. Penyuluh bersama petani harus memastikan produksi pertanian tidak berhenti. Kostratani akan mendorong percepatan masa tanam untuk menjaga ketahanan pangan wilayah, otomatis ini juga akan menjadi antisipasi krisis pangan akibat dampak Covid-19,” tutur Dedi Nursyamsi.

Selain memperkuat dan meningkatkan peran kostratani, Dedi juga menambahkan rencana aksi lainnya yang akan dilakukan Kementerian Pertanian pasca pandemi yaitu dengan memperkuat sinergi Kementerian/Lembaga terkait untuk meningkatkan SDM pertanian salah satunya dengan regenarasi petani meningkatkan jumlah petani milenial yang akan dicetak sebagai wirausaha pertanian dan mampu mengembangkan bisnis usaha pertanian.

“Petani milenial adalah masa depan sektor pertanian Indonesia. Dari mereka kita harapkan lahir inovasi dan menjamurnya pengusaha sektor pertanian. Semakin banyak pengusaha pertanian maka pembangunan pertanian di negara tersebut semakin berhasil. yang maju yang mana jumlah pengusaha pertanian. Input petani pengusaha milenial ini darimana tentunya dari alumni mahasiswa pertanian yang ada di seluruh tanah air,” paparnya.

Dedi juga meminta seluruh insan pertanian baik petani, penyuluh dan insan pertanian yang berasal dari perguruan tinggi untuk saling bersinergi memajukan sektor pertanian khususnya di masa pandemi hingga pasca pandemi Covid-19. Dan utamanya harus sehat.

“Saat ini yang paling utama petani harus sehat, insan pertanian harus sehat, apabila semua sehat maka pertanian tidak akan bersoal. Insan pertanian juga tetap harus menjaga protokol pencegahan covid-19 dalam melaksanakan aktivitasnya di lapangan untuk genjot produksi pangan kita”, pungkas Dedi.

Di kesempatan ini Dedi juga menyambut baik respons yang diberikan dari Dekan Fakultas Pertanian Unand yang juga menjadi Sekretaris dari FKPTPI, Munzir Busniah yang menyampaikan tentang tindak lanjut kerja sama atau MOU yang akan dilakukan dengan Kementerian Pertanian.

“Kita berharap terjadinya transfer knowledge mahasiswa pertanian ke petani, sehingga mahasiswa pertanian bisa ikut membantu program Kementan utamanya support pada program Kostratani”, ujar Munzir. (RO/OL-10)

Baca Juga

Dok BNI

Ini Strategi BNI Hadapi New Normal

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 26 Mei 2020, 21:35 WIB
Covid-19 memang telah menjadi sebuah peluang dan tantangan baru. Keberadaannya mempercepat era Revolusi Industri...
DOK KEMENTAN

Petani Bandung Dilatih Kembangkan Pangan Lokal dari Daun Singkong

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 26 Mei 2020, 19:41 WIB
P4S Sawargi, Kabupaten Bandung, tengah membina petani masyarakat dan ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) mengembangkan pangan lokal dari...
Antara/Raisan Al Farisi

Industri Makanan Rajai Sektor Manufaktur

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 26 Mei 2020, 19:32 WIB
Data BKPM menunjukkan nilai investasi industri makanan dalam lima tahun terakhir mencapai Rp 293,2 triliun, atau dengan persentase...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya