Kamis 14 Mei 2020, 14:15 WIB

BRI Jaga Likuiditas di Tengah Pandemi

Raja Suhud | Ekonomi
BRI Jaga Likuiditas di Tengah Pandemi

MI/M Irfan
Dirut BRI Sunarso

 

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI)Tbk mengambil peranan dalam upaya penyelamatan dan perlindungan  usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi covid-19. 

Hingga akhir April 2020 perseroan tercatat telah memberikan relaksasi berupa restrukturisasi pinjaman kepada lebih dari 1,4 juta UMKM yang terdampak covid-19 dengan total pinjaman mencapai Rp 101 triliun.

Selain itu Bank BRI juga telah membuat skema pinjaman baru untuk UMKM, seperti diantaranya BRI berkolaborasi dengan Gojek dan Grab dengan menciptakan skema pinjaman khusus bagi pengendara ojek online yang merupakan pelaku usaha informal. Dengan pinjaman antara Rp 5 juta – Rp 20 juta, BRI menargetkan 250.000 pengendara ojek online mendapatkan fasilitas pembiayaan ini. 

“Ini  sesuai dengan arahan Presiden bahwa diperlukan sebuah terobosan yang inklusif agar pelaku UMKM terdampak langsung mendapatkan manfaatnya,” jelas Direktur Utama BRI  Sunarso dalam paparan kinerja perseroan triwulan I 2020 di Jakarta, Kamis (14/5).

Namun demikian, upaya melakukan restrukturisasi kredit dan pemberian fasilitas kepada nasabah UMKM itu mempengaruhi likuiditas yang dimiliki perseroan. Dengan adanya penundaan pembayaran pokok utang dan bunga sebagai bagian dari restrukturisasi menyebabkan penambahan likuiditas dari pembayaran cicilan menjadi berkurang. Oleh karena itu perseroan perlu mengatasi permasalahan ini.

"Kami mengintensifkan penambahan dana dari nasabah-nasabah kami yang relatif tidak terdampak covid-19. Selain itu juga kami aktif mencari pendanaan lain seperti dari club bond atau dana-dana di luar negeri dimana kami pada Juni nanti mendapat kepercayaan memperoleh pinjaman US$1 miliar dengan bunga yang kompetitif," ujarnya.

BRI juga melihat peluang adanya penempatan dana dari pemerintah. Seperti diketahui, dalam skema pemulihan ekonomi nasional, pemerintah berencana melakukan penempatan dana sebesar Rp35 triliun di perbankan yang melakukan restrukturisasi kredit. 

"Berapa besar dana pemerintah yang akan ditempatkan di BRI,kami belum tahu. Masih dibicarakan teknisnya. Yang pasti kami sudah melakukan restrukturisasi kredit Rp101 triliun dan itu butuh dukungan likuiditas agar bisa berjalan dengan baik," tandasnya.

Sebagai informasi, dana pihak ketiga (DPK) BRI per 31 Maret 2020 tercatat Rp1.029 triliun dengan jumlah kredit yang disalurkan mencapai Rp930, 7 triliun. Sehingga loan to deposit ratio (LDR) BRI mencapai 90,4%. 


Selain menjaga performa bisnis, BRI juga telah menyalurkan bantuan sosial tunai (BST) tahap pertama sebesar Rp 316 miliar bagi masyarakat, termasuk UMKM terdampak covid-19, membagikan sejuta masker gratis kepada pedagang pasar dengan tujuan agar pedagang pasar tetap dapat melakukan aktivitas ekonomi dengan protokol kesehatan yang memadai, konsultasi dan pendampingan bisnis UMKM oleh 38 ribu Relationship Manager di seluruh Indonesia serta pelatihan online / kelas virtual oleh RKB BRI bagi UMKM.

“Ke depan, Bank BRI akan berupaya mempertahankan kinerja dengan menjaga kualitas aset serta terus menciptakan inisiatif inisiatif baru dalam kaitannya memberikan perlindungan dan penyelamatan UMKM di Indonesia,” pungkas Sunarso. (E-1)
 

Baca Juga

DOK PGN

PGN Grup Tandatangani LOA Tahap II dengan Produsen Gas Bumi

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 03 Juni 2020, 19:32 WIB
Dalam agenda ini, turut menyaksikan Menteri ESDM Arifin Tasrif, Kepala SKK Migas, perwakilan KKKS, dan perwakilan...
Antara/Hafidz Mubarak A

Pemerintah Harus Lebih Terbuka Soal Detil Kebijakan Anggaran PEN

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 03 Juni 2020, 19:03 WIB
Pemerintah seharusnya lebih terbuka terkait penambahan anggaran beserta pengalokasiannya dalam penanganan pandemi covid-19 dan pemulihan...
ANTARA

Ini Penjelasan Dirjen Pajak Soal Pungutan PPN untuk Netflix Cs

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 03 Juni 2020, 18:10 WIB
Perusahaan penghasil barang maupun jasa itu hanya dapat memungut pajak PPN bila sudah ditetapkan sebagai pemungut PPN oleh pemerintah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya