Kamis 14 Mei 2020, 11:40 WIB

Washington DC Perpanjang Lockdown Hingga 8 Juni

Nur Aivanni | Internasional
Washington DC Perpanjang Lockdown Hingga 8 Juni

AFP/Chip Somodevilla
Motorcoaches yang mewakili perusahaan di AS melewati Gedung Capitol saat berkeliling memprotes dampak ekonomi akibat korona (13/5)

 

Walikota Washington DC, pada Rabu (13/5), memperpanjang penguncian wilayah atau lockdown di ibu kota Amerika Serikat (AS). Perintah untuk tinggal di rumah yang akan berakhir pada Jumat (15/5) akan diperpanjang hingga 8 Juni.

"Jumlah kasus harian baru yang didiagnosis covid-19 belum turun dan jumlah kematian harian gagal turun," kata Walikota Muriel Bowser, seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (14/5).

"Penularan masyarakat dari covid-19 tetap tersebar luas di seluruh distrik. Contohnya di Maryland dan Virginia yang dekat Washington," lanjut Bowser.

Baca juga: Akhir Pekan Ini, Bioskop di Jepang Dibuka Kembali

Ibu kota AS ini memiliki 6.584 kasus covid-19 dan 350 kematian karena covid-19.

Bowser mengatakan bahwa jumlah kasus dan kematian akibat covid-19 berada di bawah proyeksi sebelumnya. Namun, distrik tersebut belum memenuhi kriteria untuk melakukan pembukaan kembali.

Pada Senin lali, Wali Kota Washington meresmikan rumah sakit sementara dengan 437 tempat tidur di Walter E. Washington Convention Center. Ia berharap bahwa pihaknya tidak sampai harus menggunakan tempat tersebut. (CNA/OL-14)

Baca Juga

Olivier DOULIERY / AFP

Biden Sindir Trump dengan Sebutan 'Orang yang Sangat Tolol'

👤Antara 🕔Kamis 28 Mei 2020, 21:51 WIB
Joe Biden menyebut saingannya dari Partai Republik Donald Trump sebagai "orang yang sangat bodoh" karena tidak mengenakan masker...
Antara

Tiongkok Resmi Masukkan Hong Kong dalam UU Keamanan Nasional

👤Antara 🕔Kamis 28 Mei 2020, 20:52 WIB
Keputusan tersebut diambil setelah kerusuhan sosial berkepanjangan dan meningkatnya kekerasan di jalanan yang mengakibatkan Hong Kong...
AFP

Trump Ancam Tutup Media Sosial

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Kamis 28 Mei 2020, 19:53 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menutup platform media sosial, setelah Twitter menambahkan tautan cek fakta ke...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya