Senin 29 Februari 2016, 11:19 WIB

Saat Pembongkaran, Warga Kalijodo yang Bertahan Menangis

Sri Cahya Lestari | Megapolitan
Saat Pembongkaran, Warga Kalijodo yang Bertahan Menangis

Antara/Muhammad Adimaja

 

EKSEKUSI pembongkaran kawasan Kalijodo diwarnai isak tangis warga. Pasalnya, masih ada sejumlah warga yang bertahan mendiami rumah bangunan miliknya yang akan dieksekusi.

Berdasarkan pantauan, ada sekitar lima kepala keluarga yang masih bertahan. Mereka berada di RT 06 RW 05, Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara.

Sempat terjadi adu mulut antara seorang ibu, warga setempat, dengan petugas pada saat eksekusi berlangsung. Ia protes lantaran petugas sudah siapkan ekavator untuk menggusur rumahnya.

Menurutnya, sudah ada kesepakatan bagi dirinya akan diberi waktu hingga pukul 15.00 WIB.

"Mau pulang kemana enggak punya tempat tinggal. Kita ingin kebijaksanaannya. Mana bilangnya pukul 15.00 WIB? Aku dan keluarga lagi makan tahu-tahu mobil backhoe sudah di belakang rumah. Kita kan panik pak! Kesepakatannya kan jam tiga sore," seru seorang ibu kepada Kapolsek Penjaringan, Jakarta Utara AKBP Rudi Setiawan sambil menangis.

Menanggapi hal itu, Rudi menegaskan batas waktu bagi warga Kalijodo yang bertahan benar hingga pukul 15.00 WIB.

"Setelah itu tidak boleh ada lagi warga di lokasi penggusuran. Batasnya sampai jam 15.00 WIB mereka harus pindah," tegas Rudi.

Sementara itu, seorang warga lainnya mengaku ingin menyaksikan eksekusi rumah miliknya.

"Bukan ibu bertahan. Ibu cuma masih kangen sama rumah ini. Jadi masih di sini," ujar Eti,59, warga RT 06 RW 05, Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara.

Saat ditemui Media Indonesia, ia terlihat duduk lemas dengan sorot mata teduh. Ia pun hanya mengkritik pemerintah terkait penggusuran Kalijodo.

"Pemerintah harusnya memberikan sosialisasi yang baik. Tidak dadakan begini. Ini kan kita hanya diberi waktu dua minggu. Tolong bilangin Ahok suruh liat rakyat kecil. Bilangin Jokowi suruh liat rakyat kecil. Katanya mereka berpihak ke rakyat kecil," ujar ibu itu sambil menangis. Senin (29/2)siang.

Pantauan Media Indonesia, hampir sebagian besar bangunan di Kalijodo sudah rata dengan tanah. Ada 10 alat berat yang dioperasikan petugas untuk merobohkan bangunan-bangunan milik warga. Rencananya, kawasan itu akan dikembalikan fungsinya menjadi ruang terbuka hijau (RTH). (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More