Kamis 14 Mei 2020, 03:29 WIB

Presiden Terbitkan PP Penyuntikan Modal untuk BUMN

Ant | Ekonomi
Presiden Terbitkan PP Penyuntikan Modal untuk BUMN

Ilustrasi
.

 

PEMERINTAH dapat melakukan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada BUMN yang terdampak pandemi virus covid-19 demi pemulihan ekonomi. 

Hal tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2020 mengenai Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diunggah laman resmi Kementerian Sekretariat Negara dan dikutip di Jakarta, Kamis (14/5).

PP tersebut diteken Presiden Joko Widodo pada 9 Mei 2020 dan diundangkan pada 11 Mei 2020.

Pada Pasal 10, PP tersebut diatur bahwa kebijakan PMN kepada BUMN dan/atau melalui BUMN ditujukan untuk memperbaiki struktur permodalan BUMN dan/atau anak perusahaan BUMN yang terdampak korona sebagai bagian dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

PMN juga dapat dilakukan untuk meningkatkan kapasitas usaha BUMN dan/atau anak perusahaan BUMN termasuk untuk melaksanakan penugasan khusus oleh pemerintah dalam PEN. 

“PMN kepada BUMN dan/atau melalui BUMN dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tulis PP tersebut.

Suntikan PMN melalui BUMN merupakan salah satu dari tiga upaya dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional yang diatur PP tersebut.

Dua kebijakan lainnya adalah penempatan dana pemerintah untuk memberikan dukungan likuiditas perbankan yang berkategori sehat dan masuk ke dalam kategori 15 bank beraset terbesar. Tujuannya untuk melakukan restrukturisasi kredit atau tambahan kredit modal kerja yang disalurkan kepada bank pelaksana.

Dalam hal ini, sebanyak 15 bank tersebut menjadi Bank Peserta yang memiliki fungsi untuk menyediakan penyangga dana likuiditas kepada pelaksana untuk melakukan restrukturisasi kredit debitur terdampak korona

Kebijakan ketiga adalah dengan investasi, dan atau penjaminan Pemerintah melalui badan usaha yang ditunjuk berdasarkan ketentuan perundang-undangan.

Di kesempatan terpisah, Juru bicara Presiden bidang hukum Dini Purwono mengatakan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2020 mengenai Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), ditujukan untuk menyelamatkan usaha rakyat yang terkena dampak pandemi korona.

"PP ini bertujuan melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan usaha rakyat agar tetap bertahan di masa sulit dan menghindari terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK)," kata Dini, Rabu (13/5)

Adapun sumber pendanaan PEN diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta sumber lainnya sesuai perundang-undangan.

"Dalam pelaksanaannya, PEN diawasi dan dievaluasi oleh Menteri Keuangan bersama BPK dan BPKP untuk memastikan program ini dimanfaatkan sesuai tujuan pemulihan ekonomi nasional,” ujar Dini. (OL-8).

 

Baca Juga

AFP/SIGID KURNIAWAN

Jokowi Instruksikan Proyek Strategis Nasional Diprioritaskan

👤Nur Azizah 🕔Jumat 29 Mei 2020, 11:32 WIB
Jokowi ingin memastikan program prioritas tetap berjalan namun tetap mengikuti protokol kesehatan secara...
ANTARA

​​​​​​​Dibuka di Zona Hijau, IHSG Berpeluang Kembali Menguat

👤Hilda Julaika 🕔Jumat 29 Mei 2020, 09:38 WIB
Menurut Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama, IHSG pada perdagangan akhir pekan ini berpeluang untuk melanjutkan tren...
Dok BPP Hipmi

Semua Sektor Usaha Terdampak Pandemi harus Dibantu Pemerintah

👤Dwi Tupani 🕔Jumat 29 Mei 2020, 09:19 WIB
Bukan hanya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan pengusaha besar, tapi ini semua pengusaha sedang mengalami dampak pandemi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya