Rabu 13 Mei 2020, 22:56 WIB

Indonesia Gunakan Alat Rapid Test Biozek, Belanda

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Indonesia Gunakan Alat Rapid Test Biozek, Belanda

Antara
Alat Rapid test

 

PERUSAHAAN bioteknologi asal Belanda, Inzek menegaskan alat rapid test bernama Biozek Covid-19 IgG/IgM/Mach-E dibuat di Belanda dan bukan Tiongkok.

Kepala Eksekutif Mach-E BV, Erro Verschoor, selaku distributor tunggal produk Biozek di Indonesia mengungkapkan, banyak perusahaan manufaktur mencoba mengambil manfaat dari krisis ketersediaan alat itu.

"Kami telah melihat peningkatan sangat tajam dalam permintaan dan penjualan rapid test korona di seluruh dunia," katanya, Rabu (13/5).

Dia menyebutkan, PT Kimia Farma telah memutuskan untuk menggunakan Rapid Test Biozek Covid-19 IgG / IgM /Mach-E untuk pasar Indonesia dan berharap dapat berkolaborasi jangka panjang guna membantu menjaga kesehatan masyarakat Indonesia.

Pengiriman paket sebanyak 300 ribu unit alat rapid test Biozek tiba di Jakarta secara bertahap sejak Sabtu (11/5). Setelah itu, paket rapid test akan segera didistribusikan ke seluruh Indonesia oleh BUMN Farmasi, PT Kimia Farma (Persero) Tbk.

Erro menjelaskan kalau dirinya sudah melihat banyak alat rapid test. Bahkan, dengan berbagai sertifikat masuk ke pasar namun gagal memenuhi standard kualitas sesuai peraturan.

"Produk tersebut akhirnya dikirim kembali atau dilarang digunakan di Eropa saat ini," jelas dia.

Baca juga :Kolaborasi Jokowi-Amin Atasi Covid-19 Harus Ditingkatkan

Sebaliknya justru rapid test Biozek Covid-19 IgG/IgM/Mach-E telah diakui di Eropa dan digunakan di banyak negara. Di antaranya Italia, Prancis, Spanyol, Inggris, Jerman, Rusia, Swiss, Belanda, Amerika Serikat, India, Kuwait, Israel, dan Arab Saudi.

"Validasi dan spesifitas keseluruhan dari tes Biozek memiliki 98 persen untuk IgG dan 96 persen untuk IgM yang merupakan trademark tes cepat antibodi," paparnya.

Bukan itu saja, Inzek memastikan penelitian lanjutan terkait alat rapid test terus dilakukan di berbagai rumah sakit universitas. Salah satunya di pusat medis Universitas Amsterdam, Belanda. Inzek menyadari belum ada data relevan terkait tingkat antibodi pada infeksi ringan dan bagaimana menetralkan virus.

"Karena itu, kami mengambil inisiatif mendukung studi tambahan, yang hasil awalnya positif. Studi dan hasil akhir akan segera kami terbitkan," ungkap Erro.

Ia pun berupaya ambil bagian dalam perang melawan pandemi korona. Hal ini dilakukannya dengan melakukan penelitian dan pengujian secara berkelanjutan.

"Alat rapid test kami juga telah disertifikasi oleh berbagai otoritas, salah satunya sertifikasi CE," katanya.

Terungkap bahwa rapid test juga telah dikembangkan dan diproduksi di bawah regulasi Uni Eropa dan Belanda yang sangat ketat. "Peraturan ini tidak memberikan ruang untuk kesalahan dan dengan demikian membuat produk ini sangat handal dan aman," ujar Erro. (RO/OL-2)

 

Baca Juga

ANTARA/Luqman H

Soal Normal Baru, Muhammadiyah Minta 5 Hal Ini Dikaji Pemerintah

👤Astri Novaria 🕔Jumat 29 Mei 2020, 00:36 WIB
Laporan BNPB menyebutkan bahwa pandemi Covid-19 masih belum dapat diatasi. Tetapi Pemerintah justru mulai mewacanakan 'new...
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.

SMAN 112 Jakarta Siapkan Kuota 5 Persen untuk Anak Tenaga Medis

👤Astri Novaria 🕔Kamis 28 Mei 2020, 23:58 WIB
SMA favorit di Jakarta Barat tersebut memberikan kuota penerimaan untuk anak-anak tenaga medis yang menangani Covid-19 sebanyak 5% dalam...
Dok. UI

UI dan Adaro Siap Salurkan 100 Unit Ventilator COVENT-20 

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Mei 2020, 22:51 WIB
Seratus Ventilator COVENT-20 tersebut akan didistribusikan ke rumah sakit-rumah sakit yang membutuhkan sebagai bentuk sumbangsih UI dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya