Rabu 13 Mei 2020, 17:45 WIB

BPJS Diminta Tindak RS yang Pungut Bayaran Peserta JKN

Bayu Anggoro | Nusantara
BPJS Diminta Tindak RS yang Pungut Bayaran Peserta JKN

MI/SUSANTO
Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR di Gedung Nusantara I.

 

ANGGOTA DPR RI meminta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menindak rumah sakit rekanan yang dengan sengaja memungut bayaran dari pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tersebut. Selain karena menyalahi aturan tentang sistem kesehatan nasional, adanya pungutan inipun menunjukkan integritas dan moral yang rendah dari rumah sakit terutama di masa pandemi virus korona (covid-19).

Hal ini disampaikan anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani saat dimintai tanggapan terkait adanya pungutan biaya laboratorium oleh oknum rumah sakit di Bandung terhadap pasien peserta BPJS Kesehatan. Netty pun memastikan pihaknya sudah menghubungi langsung direksi BPJS Kesehatan agar hal seperti ini tidak kembali terulang.

Baca juga: Pemerintah Setop Tambah Dana BPJS

"BPJS berjanji untuk segera bertindak. Jangan sampai masyarakat sudah jatuh tertimpa tangga," kata Netty saat dikonfirmasi dari Bandung, Rabu (13/5).

Dia pun meminta BPJS Kesehatan mengkaji ulang kerjasama dengan oknum rumah sakit seperti itu. "Saya meminta dirut dan jajarannya (BPJS Kesehatan) tidak segan untuk meninjau ulang kerjasama BPJS dengan rumah sakit, atau bahkan memutus kerjasama," kata dia.

Baca juga: Peserta BPJS di Bandung Ungkap Kutipan Biaya Laboratorium oleh RS

Menurutnya, tindakan tegas seperti ini harus dilakukan karena hanya merugikan masyarakat dalam hal ini peserta BPJS Kesehatan. Dia menilai, pungutan seperti ini tidak sepatutnya dilakukan petugas dan rumah sakit yang menjadi rekanan BPJS.

"Tidak melakukan pelanggaran moral seperti itu, apalagi kita sedang menghadapi situasi pandemi covid-19. Seharusnya para petugas dan rumah sakit memiliki integritas yang tinggi dan kepedulian terhadap masyarakat sebagai peserta BPJS," paparnya.

Baca juga: Akui Kutip Uang ke Pasien BPJS, RS Melinda 2: Miskomunikasi Saja

Seperti diberitakan, salah seorang pasien peserta BPJS Kesehatan di Bandung diminta membayar biaya laboratorium oleh RS Melinda 2 dengan nilai total Rp520 ribu. Padahal, menurut Ismet A, suami pasien, pemeriksaan istrinya sudah sesuai dengan alur mekanisme peserta BPJS Kesehatan sehingga telah memeroleh surat elegibilitas peserta JKN tersebut.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kota Bandung Mokhamad Cucu Zakari memastikan pemeriksaan laboratorium terhadap pasien BPJS Kesehatan tidak dikenakan biaya alias 100% gratis. Asalkan, pasien sudah menempuh prosedur dan atas indikasi medis.

"Tidak boleh (dipungut bayaran). Mau di rumah sakit tipe C, B, apapun," kata Cucu. (BY/A-1)

Baca Juga

MI/Rudi Kurniawansyah

Lebaran: Kendaraan Melintas di Tol Trans Sumatra Naik 10 ribu

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Senin 25 Mei 2020, 15:00 WIB
SEPEKAN hingga hari H lebaran pada Minggu (24/5), Hutama Karya selaku pengelola Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) mencatat total ada 310 ribu...
Dok.Ops Nemangkawi 2020

Tangani Covid-19, Tenaga Medis Papua Ditembak KKB

👤Media Indonesia 🕔Senin 25 Mei 2020, 15:00 WIB
Mereka ditembak KKB saat hendak mengantarkan obat-obatan untuk mencegah penyebaran...
MI/Gabriel Langga

Akses Jalan Ditutup Hambat Persalinan Bayi jadi Korban

👤Gabriel Langga. 🕔Senin 25 Mei 2020, 14:50 WIB
AKSES jalan negara Maumere-Larantuka yang ditutup Kepala Desa Hikong, Agustinus Adeotius bersama warganya meminta korban...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya