Rabu 13 Mei 2020, 12:50 WIB

Indonesia Harus Menguatkan Sektor Manufaktur Pascapandemi

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Indonesia Harus Menguatkan Sektor Manufaktur Pascapandemi

Dok.Universal Robot
Banyak industri kini yang sudah menerapkan otomatisasi demi efisiensi.

 

INDONESIA dinilai harus mempercepat pengadopsian otomatisasi robot agar tetap mampu menjadi negara yang kompetitif dan efisien saat menghadapi krisis ekonomi seperti saat ini dan pascapandemi covid-19 nanti.  Kepala Universal Robot Asia Tenggara &Oseania, Darrell Adams, mengungkapkan hal tersebut.

Menurutnya kondisi pasar saat ini sedang fluktuatif karena banyak gangguan. Meningkatkan otomatisasi untuk mengoptimalkan produksi pun menjadi tantangan. Jenis robot baru, yang dinamakan "robot kolaboratif", bertujuan untuk menjembatani kesenjangan antarasistem perakitan manual dan sistem manufaktur otomatis. Universal Robots menyoroti bahwa Cobot ini berpotensi meningkatkan produktivitas perusahaan di Indonesia, khususnya di sektor manufaktur.

Baca juga: Pajak Gaji Karyawan Manufaktur Ditanggung Pemerintah 6 Bulan

“Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, yang berevolusi dari negara petani tradisional, menjadi negara yang menganut teknologi, manufaktur, dan jasa. Dengan pemerintah mendorong implementasi transformasi Industri 4.0, yang meliputi peningkatan tenaga kerja dan adopsi teknologi oleh perusahaan, otomatisasi dengan Cobot merupakan inovasi yang memberi keuntungan,” kata Darrell Adams dalam siaran persnya, Rabu (13/5).

"Munculnya Cobot akan menjadi perpaduan baik yang bertahap, sebuah sinergi yang harmonis antaramanusia dan mesin di Indonesia, dan memungkinkan lebih banyak lagi industri yang akan merangkul otomatisasi, tanpa meninggalkan tenaga manusia. Dengan bantuan Cobot, produsen lokal dapat mencapai efisiensi  dan peningkatan produktivitas."

Adams juga menjelaskan, bahwa Cobot dapat dengan mudah diprogram ulang untuk tugas-tugas baru, guna memenuhi tuntutan produksi. Adopsi Cobot dapat membantu memperluas kontribusi sektor manufaktur, ekonomi dan meningkatkan inovasi serta kapasitas untuk usaha kecil dan menengah.

Sektor manufaktur di Indonesia adalah kontributor utama terhadap PDB negara. Namun, tingkat otomatisasi rata-rata perusahaan manufaktur lokal masih rendah. Otomatisasi berpotensi meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan PDB di Indonesia, menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi bagi pekerja dan peluang pasar bagi perusahaan.

Menurut Universal Robots, perusahaan yang telah melakukan otomatisasi berhasil meningkatkan produksi sebanyak 300% dan mengurangi cacat produksi sebesar 90%, serta dan meningkatkan laba sebesar 20%. Universal Robots menargetkan industri utama seperti elektronik, otomotif, makanan & minuman, bahan kimia, semi konduktor, furniture, dan produk konsumen.

“Tempat kerja di masa depan akan dijalankan oleh pekerja yang terampil yang dibantu oleh perangkat cerdas. Cobots membantu mengotomatisasi dan merampingkan proses yang berulang dan yang kemungkinan berpotensi tidak aman, sehingga memastikan lingkungan kerja menjadi aman, sekaligus meningkatkan produktivitas dan efisiensi,” kata Adams.

Untuk itu, Universal Robots menawarkan lengan robot kolaboratif yang sederhana, fleksibel, dan terjangkau - UR3, UR5, UR10, dan UR16e, yang dinamai berdasarkan muatan kilogram. Dengan sistem yang fleksibel hingga ± 360 derajat rotasi tangan, semua sambungan memungkinkan untuk penggunaan di ruang terbatas. Cobot ini bisa dipasang di lantai, langit-langit, dan di dinding, sesuaikebutuhan. Alih-alih membutuhkan programmer, Cobot datang dengan interface layar sentuh seukuran perangkat tablet, di mana pengguna memandu lengan robot hanya dengan menunjukkan gerakan di layar.

“Melalui Cobots dari Universal Robots, kami dapat melihat konsistensi besar dalam kemampuannya menyajikan output produksi dan meminimalkan kesalahan manusia. Kami berhasil meningkatkan efisiensi operasional sebesar 25%dan menghemat ruang produksi sebesar 10%. Ini akan bagus untuk bisnis,” kata Boonlert Aukkarapichata, Direktur Operasi di Benchmark Thailand. (RO/A-1)

Baca Juga

Antara

Prakondisi Pembukaan Sembilan Sektor di Zona Hijau

👤Ind/X-7 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 05:48 WIB
Para pimpinan di daerah, lanjutnya, juga telah mengupayakan persiapan dengan saksama, membangun komunikasi bersama semua kelompok dan...
BI/Idx.co.id/Refinitiv/Yahoo Finance/Tim Riset MI-NRC

Penguatan Rupiah Diprediksi Berlanjut

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 05:42 WIB
Sejumlah faktor disebut dapat mendorong penguatan rupiah berlanjut hingga akhir...
Dok. PTPP

PTPP Catatkan Laba Bersih Rp1,2 Triliun di 2019

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Jumat 05 Juni 2020, 22:34 WIB
Pembagian dividen tunai (dividend payout ratio) sebesar 22,5% dari laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk setara...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya