Rabu 13 Mei 2020, 17:26 WIB

Warga Tiongkok Harus Gunakan Aplikasi Pelacak Covid-19

Nur Aivanni | Internasional
Warga Tiongkok Harus Gunakan Aplikasi Pelacak Covid-19

AFP/Noel Celis
Warga Beijing yang beraktivitas tetap mengenakan masker.

 

UNTUK memasuki kantor, restoran, taman atau mal di Tiongkok, warga harus menunjukkan status lewat aplikasi yang mendeteksi covid-19.

Sering kali ada saat menegangkan sebelum membuka aplikasi begitu tiba di suatu lokasi. Jika status adalah lampu hijau, orang tersebut bisa pergi ke mana saja.

Untuk lampu kuning, bisa mengirim seseorang dalam karantina mandiri. Sementara lampu merah akan memasukkan seseorang ke karantina selama dua minggu di sebuah hotel.

Baca juga: Negara-negara Eropa Tolak Alat Uji Covid-19 Buatan Tiongkok

Penggunaan teknologi yang kontroversial telah meningkatkan kekhawatiran di Eropa. Ketika sejumlah negara, termasuk Inggris, Prancis dan Swiss, berupaya meluncurkan aplikasi untuk melacak infeksi covid-19. Namun, penggunaan teknologi tersebut justru menjamur di Tiongkok.

Banyak warga Tiongkok mengaku senang untuk bekerja sama demi kepentingan umum. "Kami berada di kondisi yang khusus dengan wabah ini. Jadi saya tidak merasa terganggu dengan memberitahu aktivitas saya," tutur seorang warga Shanghai, Debora Lu.

Ada lebih dari satu aplikasi pelacakan di Tiongkok. Salah satunya, aplikasi yang menggunakan lokasi GPS yang dibagikan perusahaan telekomunikasi. Aplikasi itu memungkinkan pihak berwenang untuk melihat riwayat perjalanan seseorang dalam 14 hari terakhir. Termasuk, ke daerah berisiko tinggi atau terpapar covid-19.

Baca juga: AS Ngotot Ingin Buktikan Virus Covid-19 Buatan Tiongkok

Namun, aplikasi itu tampaknya memilliki beberapa gangguan. Kode kesehatan dari banyak orang asing di Tiongkok entah bagaimana berubah menjadi kuning pada April lalu. Seorang reporter AFP juga mengalami masalah serupa baru-baru ini. Aplikasi berubah menjadi hijau lagi setelah dirinya mematikan dan menghidupkan beberapa kali.

Adapun aplikasi lain tidak menggunakan data GPS, tetapi mengandalkan sejumlah informasi alternatif. Beijing memiliki program 'Health Kit' yang menampilkan apakah seseorang telah naik kereta atau pesawat, melewati pos pemeriksaan atau pernah dites covid-19.

Semua aplikasi pada dasarnya bekerja dengan cara yang sama. Setelah mengunduh aplikasi, pengguna memasukkan nama, nomor kartu identitas, nomor telepon dan foto diri. Program kemudian menunjukkan warna kode kesehatan terhadap pengguna.(AFP/OL-11)

 

Baca Juga

AFP

Korban Tewas Akibat Covid-19 Iran Sudah Lebih dari 8.000 Lho...

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Rabu 03 Juni 2020, 19:53 WIB
Jahanpour mengatakan 125.206 pasien telah pulih dan telah dikeluarkan dari rumah sakit sejauh ini, sementara 2.585 pasien masih dalam...
AFP/WILLIAM WEST

Hamilton Kembali Bersuara Terkait Kasus Rasial George Floyd

👤Deden Muhamad Rojani 🕔Rabu 03 Juni 2020, 18:45 WIB
Sikap pemerintah dan penegak hukum di Amerika Serikat benar-benar membikin juara Formula Satu Lewis Hamilton...
Andrew Caballero-Reynolds/AFP

Demonstran di AS Langgar Aturan Jam Malam

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 03 Juni 2020, 18:25 WIB
Pada hari kedelapan berlangsungnya aksi demonstrasi, kampung halaman Floyd di Houston mengadakan pawai peringatan yang menarik puluhan ribu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya