Rabu 13 Mei 2020, 14:53 WIB

Kembali Terbang, Okupansi Garuda di Bawah 40%

Hilda Julaika | Ekonomi
Kembali Terbang, Okupansi Garuda di Bawah 40%

Antara/Muhammad Iqbal
Petugas memeriksa pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno Hatta.

 

MASKAPAI nasional Garuda Indonesia kembali mengudara sejak 7 Mei lalu di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengatakan hingga saat ini okupansi rata-rata penumpang untuk penerbangan domestik di bawah 40% setiap hari.

“Untuk okupansi penumpang masih rendah. Masih di bawah 40%,” ujar Irfan saat dihubungi, Rabu (13/5).

Baca juga: Dampak Covid-19, Jumlah Penerbangan Berkurang Drastis

Perusahaan pelat merah diketahui mendapat izin penerbangan rute domestik secara berjadwal setiap hari. Ada pesawat yang melayani penerbangan setiap hari dan ada yang hanya hari tertentu. Sejumlah rute yang dibuka, misalnya Jakarta, Medan, Sibolga, Pekanbaru, Padang, Balikpapan, Manado, Pontianak, Yogyakarta dan Kupang.

Sementara itu untuk rute internasional, Garuda Indonesia masih melayani sejumlah rute. Di antaranya, Amsterdam, Hongkong, Australia, Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok, Korea Selatan dan Jepang.

Irfan memastikan penumpang yang dibawa maskapai sesuai dengan Surat Edaran (SE) Gugus Tugas Covid-19. Layanan penerbangan dioperasikan seturut ketentuan kriteria masyarakat yang dapat mengakses layanan transportasi saat pandemi.

Baca juga: Korona Paksa Garuda Tunda Bayar Utang dan Tunda Gaji

Misalnya, penumpang yang akan melaksanakan tugas kedinasan, kepentingan umum, kesehatan dan medis, masyarakat yang akan pulang ke daerah asal, kebutuhan repatriasi, layanan fungsi ekonomi penting, serta mobilisasi pekerja migran Indonesia (PMI).

“Iya kami memastikan yang bisa diangkut sesuai dengan SE Gugus Tugas tersebut,” tegas Irfan.(OL-11)

 

 

 

Baca Juga

Dok BNI

Ini Strategi BNI Hadapi New Normal

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 26 Mei 2020, 21:35 WIB
Covid-19 memang telah menjadi sebuah peluang dan tantangan baru. Keberadaannya mempercepat era Revolusi Industri...
DOK KEMENTAN

Petani Bandung Dilatih Kembangkan Pangan Lokal dari Daun Singkong

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 26 Mei 2020, 19:41 WIB
P4S Sawargi, Kabupaten Bandung, tengah membina petani masyarakat dan ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) mengembangkan pangan lokal dari...
Antara/Raisan Al Farisi

Industri Makanan Rajai Sektor Manufaktur

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 26 Mei 2020, 19:32 WIB
Data BKPM menunjukkan nilai investasi industri makanan dalam lima tahun terakhir mencapai Rp 293,2 triliun, atau dengan persentase...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya