Rabu 13 Mei 2020, 08:29 WIB

Dolar AS Terkoreksi Jelang Pidato Ketua Federal Reserve AS

Antara | Ekonomi
Dolar AS Terkoreksi Jelang Pidato Ketua Federal Reserve AS

ANTARA
DOLAR AS jatuh pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena sentimen pasar berubah hati-hati sehari menjelang pidato Ketua The Fed

 

DOLAR AS jatuh pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena sentimen pasar berubah hati-hati sehari menjelang pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell tentang masalah ekonomi dan ketika investor mempertimbangkan kemungkinan suku bunga negatif AS.

Dolar tidak selalu didorong oleh faktor safe-haven, kata para analis, mengingat saham-saham AS turun dan harga surat utang pemerintah lebih tinggi pada Selasa (12/5).

"Dolar masih diperdagangkan dalam kisaran luas dan pelemahannya hari ini mungkin karena kehati-hatian menjelang pidato Powell besok dan terutama mengingat pembicaraan saat ini tentang suku bunga negatif," kata Joe Manimbo, analis pasar senior di Western Union Business Solutions di Washington.

Meskipun Powell dan para pejabat Fed sama sekali mengesampingkan pemotongan suku bunga di bawah nol, beberapa pasar sudah mulai memperhitungkan pemotongan seperti itu. Fed Funds berjangka pada Selasa (12/5) dihargai dengan suku bunga negatif sekitar setengah basis poin untuk April 2021.

Pasar opsi suku bunga menyiratkan probabilitas 23% bahwa tingkat suku bunga dana federal (fed fund) akan turun di bawah nol pada akhir Desember, data BofA Securities menunjukkan. Itu dibandingkan dengan probabilitas sembilan hingga 10% minggu lalu.

Baca juga: Harga Minyak Naik usai OPEC Perpanjang Pemotongan Pasokan

Dalam perdagangan sore, indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, melemah 0,3% menjadi 99,959.

Dolar sedikit lebih rendah setelah data menunjukkan indeks harga konsumen AS turun 0,8% pada April, penurunan terbesar sejak Desember 2008 ketika ekonomi berada dalam pergolakan resesi dan menandai penurunan bulanan kedua berturut-turut dalam IHK.

Secara keseluruhan, para analis mengatakan pengambilan risiko telah dibatasi oleh kekhawatiran yang terus-menerus tentang krisis kesehatan global.

Kasus-kasus baru infeksi virus korona telah ditemukan di Tiongkok, Korea Selatan dan Jerman, di mana pemerintah masing-masing telah mengurangi pembatasan kuncian. Munculnya kembali kasus-kasus virus korona dapat merusak pemulihan ekonomi global yang didukung suntikan stimulus moneter dan fiskal.

Euro terakhir menguat 0,4% terhadap mata uang AS pada 1,0848 dolar, meskipun tidak jauh dari level terendah 1,0636 dolar yang tersentuh pada akhir Maret ketika pandemi mengirim pasar ke dalam kekacauan.

Dolar merosot 0,5% terhadap yen menjadi 107,19 yen.

Dolar Australia turun ke level terendah lima hari di 0,6432 dolar setelah Tiongkok melarang beberapa impor daging Australia. Unit Australia kemudian memangkas kerugian karena menteri perdagangan Australia mengecilkan masalah ini sebagai masalah teknis, dan terakhir turun 0,2% menjadi 0,6477 dolar. (A-2)

Baca Juga

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian/Tim Riset MI-NRC

89 Proyek Penggerak Ekonomi

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 05:24 WIB
Selama 2020-2024, proyek strategis nasional ditargetkan bisa menyerap 4 juta tenaga kerja setiap...
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/wsj.

Sensus Penduduk Daring Berakhir

👤(Mir/E-3) 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 04:30 WIB
BADAN Pusat Statistik (BPS) menutup sensus penduduk daring tadi malam pukul 23.59 WIB. Hingga kemarin siang, sensus yang dimulai sejak 15...
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

Pasar Optimistis Prospek Ekonomi ke Depan

👤HILDA JULAIKA 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 04:20 WIB
RENCANA pembukaan kembali sejumlah aktivitas perekonomian dan terjaganya stabilitas sistem keuangan Indonesia menimbulkan optimisme...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya