Rabu 13 Mei 2020, 06:00 WIB

Longgarkan PSBB dengan Penahapan

Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum
Longgarkan PSBB dengan Penahapan

Kepala Tugas Gugus Covid-19/NRC/L-1
4 Tahapan Relaksasi PSBB

 

PELONGGARAN terhadap penanganan virus korona, baik di daerah yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) maupun tidak, harus sudah mulai direncanakan sejak dini. Upaya tersebut perlu dilakukan agar pemerintah pusat dan daerah tidak kaget dan terseok-seok ketika situasi kelak kembali normal.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menegaskan hal itu seusai rapat terbatas, kemarin. “Kita sudah harus memikirkan langkah-langkah antisipatif, program perencanaan.”

Sebelum memberlakukan pelonggaran, imbuh Doni, pemerintah terlebih dulu menjalankan empat tahapan demi memastikan kebijakan benar-benar tepat untuk diterapkan (lihat grafik).

Doni juga melaporkan bahwa PSBB yang diberlakukan di empat provinsi menunjukkan hasil cukup baik. Hal itu tergambar dari jumlah pasien positif yang dirawat di rumah sakit yang terus menurun.

Di DKI Jakarta, misalnya, angka pasien inap sudah berada di bawah 60% dari total keseluruhan kasus. Begitu pula di Sumatra Barat. Fasilitas kesehatan yang menjadi rujukan, yakni RSUD Jamil Padang, hanya merawat 46 orang dari kapasitas 112 kasus.

Di Jawa Barat, pasien yang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin hanya 30 orang. Padahal, rumah sakit bisa menampung sampai 135 kasus.

Sejalan dengan rencana pelonggaran PSBB, pemerintah juga menyiapkan skenario pemulihan eko nomi. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarsoalias menuturkan pihaknya terus mengkaji skenario pemulihan itu.

Pengkajian oleh Kemenko Perekonomian itu melibatkan sejumlah menteri dan pemerintah daerah. “Kita sedang bahas terus bersama para menteri dan enam gubernur, konsolidasi juga dengan gugus tugas di pusat dan daerah,” tutur Susiwijono, kemarin.

Hati-hati

Saat memimpin rapat terbatas secara virtual kemarin, Jokowi menegaskan pelonggaran PSBB harus dilakukan sangat hati-hati. Ia tak ingin keputusan terkait pelonggaran itu diambil tergesa-gesa. “Semua harus didasarkan data di lapangan sehingga keputusan itu jadi keputusan yang benar,” tegas Presiden.

Apalagi, menurut Presiden, hasil pemberlakuan PSBB di 4 provinsi dan 72 kabupaten/kota bervariasi, tergantung efektivitas pelaksanaan masing-masing.

Sementara itu, jumlah pasien covid-19 secara nasional terus melonjak. Kemarin, pasien positif covid-19 bertambah 484 sehingga total menjadi 14.749 orang. Dari
jumlah itu, 3.063 pasien dinyatakan sembuh dan 1.007 meninggal.

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat pun mengingatkan pemerintah pusat dan daerah agar tetap waspada serta bersinergi mempersiapkan fasilitas kesehatan di daerah dalam mengantisipasi lonjakan kasus covid-19 pasca-Lebaran.

“Sejumlah fenomena terjadi menjelang Lebaran tahun ini. Dari mudik lebih awal hingga pekerja migran yang pulang kampung. Beban daerah akan meningkat dalam membendung penyebaran covid-19,” kata Rerie, panggilan akrab Lestari Moerdijat. (Mir/Ata/RO/X-6)

Baca Juga

MI/Pius Erlangga

Hakim Beri Waktu Sepekan Pemohon Susun Eksepsi Kasus Jiwasraya

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Kamis 04 Juni 2020, 06:30 WIB
Ketua Majelis Hakim Rosmina menyatakan pihaknya hanya memberi waktu sepekan kepada penasehat hukum terdakwa kasus Jiwasraya untuk...
MI/MOHAMAD IRFAN

Baleg Matangkan Insentif UMKM di RUU Cipta Kerja

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Kamis 04 Juni 2020, 06:20 WIB
BADAN Legislasi (Baleg) DPR melanjutkan pembahasan RUU Cipta...
MI/MOHAMAD IRFAN

Pemerintah Diminta Serius Lindungi Kebebasan Berpendapat

👤Putra Ananda 🕔Kamis 04 Juni 2020, 06:15 WIB
PEMERINTAHAN Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta untuk lebih serius dalam melindungi hak kebebasan berpendapat yang dimiliki setiap warga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya