Selasa 12 Mei 2020, 23:08 WIB

Seekor Paus Mati Terdampar di Pantai Cemara Binuangeun

Antara | Humaniora
Seekor Paus Mati Terdampar di Pantai Cemara Binuangeun

Antara
Ilustrasi

 

SEEKOR anak paus spesies paus pilot di Kabupaten Lebak, Banten, mati terdampar di Pantai Cemara Binuangeun akibat cuaca buruk yang melanda Perairan Samudera Hindia.

 ‘’Kami menduga mamalia anak ikan paus itu terdampar akibat gelombang tinggi disertai angin kencang,’’ kata Bayi, seorang nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Muara Binuangeun Kabupaten Lebak, Selasa (12/5)

Populasi ikan paus di Perairan Samudera Hindia atau yang lebih dikenal perairan selatan sebagai lokasi habitat mamalia itu, sebab perairan tersebut cukup dalam.

Kemungkinan anak paus jenis spesies pilot dengan panjang sekitar dua meter yang terdampar di Pantai Cemara Binuangeun terdampar akibat cuaca buruk yang disertai gelombang tinggi dan angin kencang.

Biasanya, kata dia, cuaca buruk tersebut kerapkali populasi paus terdampar ke pesisir pantai juga terkadang mati juga terkadang bisa kembali ke habitatnya.

Namun, kata dia, pihaknya sepanjang tahun 2020 baru pertama kali ikan paus yang terdampar itu di Pantai Cemara Binuangeun.

‘’Kami tahun ini baru mendengar ikan paus yang terdampar dalam kondisi mati’’ katanya menjelaskan.

Begitu juga nelayan lainnya, Darman (55) mengatakan anak paus yang mati dan terdampar di Pantai Cemara Binuangeun akibat terseret gelombang tinggi disertai angin barat.

Selama ini, kondisi Perairan Samudera Hindia kurang bersahabat, selain gelombang tinggi juga angin cukup kencang, bahkan nelayan di TPI Muara tidak berani melaut.

‘’Kami memperkirakan anak paus yang terdampar di Pantai Cemara mati sejak Senin (11/5), karena gelombang tengah pasang dengan ketinggian sekitar tiga meter dan angin cukup kencang,’’ ujarnya.

Sementara itu, sejumlah nelayan Binuangeun Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak mengaku bahwa mereka terpaksa bangkai anak paus pilot itu dikuburkan guna mencegah bau yang tidak sedap,meski pantai itu jarang didatangi warga setempat.

Pantai Cemara yang lokasinya tidak jauh dengan Jalan Raya Malingping-Binuangeun penuh sampah berserakan.

‘’Kami bersama nelayan dan warga setempat menguburkan anak paus itu,’’ kata Herman, seorang nelayan warga Binuangeun, Kabupaten Lebak. (OL-2)

 

Baca Juga

Antara/Ahmad Subaidi

Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dalam Tiga Hari Mendatang

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 02 Juni 2020, 19:31 WIB
BMKG mengungkapkan kondisi itu disebabkan intrusi udara kering dari Belahan Bumi Utara (BBU), yang melintasi wilayah Samudra Pasifik Utara...
Ilustrasi

Pakar Ingatkan Adanya Ancaman Gelombang Kedua Covid-19

👤Atalya Puspa 🕔Selasa 02 Juni 2020, 19:24 WIB
"Masyarakat takut, tapi meraka sekarang merasa lebih leluasa pergi ke sana kemari. Kita tahu gelombang kedua bisa terjadi karena...
Ilustrasi

Penuhi Hak Imunisasi Anak Lewat Telemedicine

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 02 Juni 2020, 17:59 WIB
“Kita tidak boleh menghentikan sama sekali layanan imunisasi karena layanan imunisasi hakikatnya adalah hak asasi anak-anak kita...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya