Senin 29 Februari 2016, 07:37 WIB

Aparat Antisipasi Perlawanan Warga Kalijodo

Micom | Megapolitan
Aparat Antisipasi Perlawanan Warga Kalijodo

ANTARA/Muhammad Adimaja

 

APARAT gabungan telah bersiaga di kawasan Kalijodo. Aparat disiagakan mengantisipasi terjadinya kerusuhan.

"Tadi sudah dilakukan apel petugas. Proses pembongkaran nanti akan dipimpin dari pemerintah kota Jakarta Utara," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya M. Iqbal di Jalan Kepanduan II, Jakarta Utara, Senin (29/2)

Iqbal mengatakan, lebih dari 5000 aparat gabungan telah berada pada posisinya masing-masing menjaga di sekitaran kawasan Kalijodo. Penggusuran sendiri dijadwalkan akan dimulai pukul 07.00 WIB.

"Protap (prosedur tetap) sudah kami siapkan. Aparat gabungan lebih 5000 orang sudah berjaga dari pemerintahan provinsi, Polda Metro Jaya dan Pangdam Jaya," ucapnya.

Iqbal menuturkan, aparat yang berjaga akan mengedepankan upaya persuasif. Iqbal memastikan dalam penggusuran ini petugas tidak akan menggunakan kekerasan.

"Warga sudah pindah ke Rusunawa tapi ada beberapa yang masih bertahan. Pemerintah sudah warning. Kami akan lakukan somasi kemudian imbauan, jika tidak menurut juga kami akan lakukan penegakan hukum," paparnya.

Sebelumnya, menurut informasi yang diperoleh Media Indonesia dari kalangan kepolisian menyebut, sudah ada mobilisasi empat kelompok massa yang akan memberikan melawan saat kawasan itu mulai diratakan pada Senin (29/2) sekitar pukul 09.00 WIB.

"Massa akan memasang ranjau subuh di lokasi yang akan dibongkar di Kalijodo. Ranjau digunakan untuk menghalau kendaraan aparat dan alat berat yang akan menggusur bangunan," kata laporan itu.

Laporan intelijen juga mengimbau polisi agar waspada terhadap warga yang masuk ke kawasan itu dengan alasan ingin membongkar sendiri rumah mereka pada saat subuh menjelang penertiban. Pasalnya, disinyalir ada penyusup yang hendak memasang jebakan yang bisa membahayakan petugas.

Laporan itu juga menyebut akan ada sejumlah warga yang tetap menduduki rumah mereka dengan mengandalkan lindungan dari lembaga swadaya masyarakat dan lembaga bantuan hukum. Selain itu, kelompok penguasa di Kalijodo juga telah merekrut massa dari Kapuk dan Angke.

Tugas kelompok rekrutan itu adalah membuat onar di luar Kalijodo saat pembongkaran terjadi. Salah satu sasarannya adalah rumah Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. (Mtvn/X-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More