Selasa 12 Mei 2020, 21:00 WIB

PDP dan ODP Covid-19 Meninggal Lagi di Cianjur

Benny Bastiandy | Nusantara
PDP dan ODP Covid-19 Meninggal Lagi di Cianjur

Antara
Sejumlah petugas mengangkat peti jenazah seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 dari kendaraan untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman

 

JUMLAH pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) yang meninggal dunia di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bertambah. Berdasarkan data di Posko Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Cianjur, PDP yang meninggal dunia bertambah 1 orang dan ODP juga bertambah 1 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, mengatakan satu orang PDP yang meninggal dunia terdata berusia 10 tahun dari Kecamatan Cugenang. Pasien diagnosa PDP karena memiliki penyakit kronis.

"Pasien masuk ke RSUD Sayang Cianjur pada 4 Mei sekitar pukul 07.30 WIB dan meninggal dunia pada 12 Mei sekitar pukul 06.15 WIB," terang Yusman dalam keterangannya, Selasa (12/5).

Dengan begitu, dari total jumlah PDP sebanyak 56 orang, yang meninggal dunia terdata sebanyak 13 orang dan 11 orang lainnya sudah sembuh. Sementara PDP yang masih dalam pengawasan sebanyak 32 orang terdiri dari 10
orang laki-laki dan 22 orang perempuan.

Sementara itu, jumlah ODP yang meninggal dunia sampai saat ini menjadi 5 orang dari jumlah yang diselesaikan sebanyak 590 orang. Jumlah total ODP tercatat sebanyak 787 orang. Tersisa sebanyak 196 orang terdiri dari
laki-laki sebanyak 125 orang dan 71 perempuan yang masih dalam pemantauan.

Sedangkan jumlah pasien yang terkonfirmasi positif sebanyak 4 orang. Satu orang di antaranya meninggal dunia.

Sementara itu pada Senin (11/5), Plt Bupati Cianjur Herman Suherman memantau pelaksanaan PSBB parsial di dua wilayah di selatan Cianjur yakni di Kecamatan Agrabinta dan Kecamatan Cidaun. Sekaligus juga melihat
pelaksanaan rapid test bagi masyarakat.

"Rapid test ini jadi bukti bahwa kami memang bersungguh-sungguh mencegah penyebaran covid-19 di Kabupaten Cianjur. Selain masyarakat umum, rapid test juga dilakukan bagi kepala dinas. Hasilnya, semua negatif," kata Herman.

Namun Herman mengingatkan, rapid test tidak bisa dijadikan acuan. Karena itu, ia meminta masyarakat Cianjur tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

"Laksanakan PHBS. Cuci tangan yang baik dan benar menggunakan sabun, gunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, jaga jarak, dan saat PSBB diupayakan tetap berada di rumah," tegasnya.

Herman meyakini, kompaknya masyarakat melaksanakan protokol kesehatan, maka PSBB di Kabupaten Cianjur akan berjalan efektif dan efisien. Sehingga, Herman berharap PSBB tidak dilakukan perpanjangan.

"Insya Allah kita ikuti anjuran pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19," pungkas Herman. (OL-13)

Baca Juga: Ditolak di RSUD Ende, Pasien Korona Dirawat di RSD yang Terbakar

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Satgas Covid-19 belum Tahu Penyebab Satu Keluarga Meninggal

👤Antara 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 05:23 WIB
Hasil pemeriksaan swab belum keluar, jadi belum dipastikan meninggalnya suami istri, anak dan janin di Surabaya  akibat...
ANTARA

Pemkot Medan Janjikan Bantuan ke Sekolah Swasta

👤Yoseph Pencawan 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 05:05 WIB
Surat edaran Wali Kota Medan melarang pembebanan biaya pendaftaran maupun biaya pembangunan pada pelaksanaan penerimaan peserta didik baru...
DOK MI

Puncak Pandemi Covid-19 di Kalsel Diperkirakan Juli

👤Denny Susanto 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 04:30 WIB
Hingga Jumat (5/6) jumlah kasus positif virus korona di Kalsel mencapai 1.142...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya