Selasa 12 Mei 2020, 16:39 WIB

Surabaya Gunakan Metode Sarang Tawon Tangani Covid-19

Antara | Nusantara
Surabaya Gunakan Metode Sarang Tawon Tangani Covid-19

ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Pemberlakuan PSBB di Surabaya

 

PEMERINTAH Kota Surabayadi Provinsi Jawa Timur menerapkan metode sarang tawon untuk mencegah penularan virus corona penyebabCOVID-19 meluas.

"Kita melakukan metode sarang tawon. Jadi ketika di lokasi-lokasi ditemukan ada terpapar, maka di kampung itu kita lakukan rapid test secara massal," kata Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota SurabayaEddy Christijanto di Balai Kota Surabaya, hari ini.

Menurut dia, Pemerintah Kota Surabaya telah menggelar pemeriksaan massal menggunakan alat tes diagnostik cepat di wilayah perkampungan Manukan Kulon, Bratang Gede, Rungkut Lor, dan Kedung Baruk.

"Rapid test dilakukan di suatu wilayah itu berdasarkan kajian epidemiologi Dinkes," kataEddy, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat Kota Surabaya.

Warga yang menurut hasil pemeriksaan menggunakan alat tes diagnostik cepat terindikasi tertular virus corona, ia melanjutkan, akan langsung diminta menjalani pemeriksaan lanjutan untuk memastikan apakah dia terserang COVID-19.

"Tapi (pemeriksaan)swab kan keputusannya menunggu empat sampai delapan hari. Nah, sambil menunggu hasil swab itu, arahan Ibu Wali Kota agar orang tersebut diisolasi di salah satu hotel," katanya.

Selanjutnya, menurut dia, pemerintah kota akan mengerahkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Kesehatan serta aparat kecamatan untuk memastikan orang-orang yang terindikasi terserang COVID-19 menjalani karantina di hotel guna meminimalkan risiko penularan.

"Nanti kalau hasil swab-nya negatif, maka mereka kita kembalikan ke rumahnya. Tapi kalau hasil swab positif, maka akan kita rawat di rumah sakit Surabaya. Jadi tujuan kita adalah untuk bisa menekan sejauh mungkin terjadinya penularan," katanya.

Ia menekankan pentingnya karantina mengingat tidak semua orang yang terserangCOVID-19 mengalami gejala sakit dan berpotensi menularkan virus kepada orang lain.

"Supaya ini tidak menular kemana-mana, maka kami mohon khususnya bagi yang OTG (orang tanpa gejala) agar mengikuti kebijakan pemerintah untuk dilakukan isolasi," kata dia.

"Justru orang yang tanpa gejala, dia merasa sehat akhirnya bisa kemana-mana, bergaul dengan orang lain, akhirnya menularkan yang lain. Kalau orang itu terpapar positif maka medis juga pasti mengantisipasi dengan APD (alat pelindung diri)," ia menambahkan.(OL-4)

Baca Juga

MI/Agus Utantoro

Gembira Loka Hampir Siap Terima Kunjungan Wisatawan

👤Agus Utantoro 🕔Jumat 03 Juli 2020, 22:27 WIB
Persiapan agar pengunjung merasa nyaman dan aman berkunjung ke GLZoo sudah hampir 100...
ANTARA/Ahmad Subaidi

Minyak Kayu Putih Sumbang PAD Hingga Rp10 Miliar

👤Ardi Teristi 🕔Jumat 03 Juli 2020, 22:17 WIB
Bahan baku adalah daun kayu putih dipasok dari kawasan hutan seluas 1.500 hektare di sekitar pabrik, di Kecamatan Playen, dan Nglipar, dan...
MI/Dwi Apriani

Enam Ruas Jalan di Palembang yang Rusak Ditarget Mulus

👤Dwi Apriani 🕔Jumat 03 Juli 2020, 21:33 WIB
Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Sumatra Selatan, Kgs Syaiful Anwar mengatakan, enam ruas jalan di Kota Palembang yang kerap...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya