Selasa 12 Mei 2020, 15:20 WIB

Publik Anggap Bantuan Sosial Covid-19 Banyak tidak Tepat Sasaran

Henri Siagian | Ekonomi
Publik Anggap Bantuan Sosial Covid-19 Banyak tidak Tepat Sasaran

MI/PIUS ERLANGGA
Warga menurunkan paket bantuan sosial dari Presiden RI di Kebon Jeruk, Jakarta, Minggu (3/5/2020).

 

MASYARAKAT menilai bantuan sosial dari pemerintah untuk penanggulangan dampak pandemi virus korona atau covid-19 belum efektif. Sebanyak 49% menyatakan bantuan sosial itu belum mencapai sasaran. Sementara yang menilai sudah mencapai sasaran lebih sedikit (37%).

Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas mengungkapkan itu dalam rilis survei Wabah Covid-19: Efektivitas Bantuan Sosial yang dirilis secara online pada Selasa (12/5).

Baca juga: Putra Anggota DPRD Cimahi Kaget Terima Bantuan Sosial Tunai

Survei opini publik nasional tersebut dilakukan melalui telepon pada 5-6 Mei dengan melibatkan 1.235 responden dengan margin of error +/- 2,9%.

"Ini mengkhawatirkan. Mengingat besarnya dana yang dikucurkan pemerintah hanya akan berarti bila bisa menjangkau masyarakat yang membutuhkan dalam kondisi ekonomi yang sangat memprihatinkan," kata Abbas.

Baca juga: Kasus Covid-19 Terbanyak, BNPB Nilai Perlu PSBB se-Jawa

Menurut temuan penelitian ini, bantuan tersebut dianggap tidak tepat sasaran karena warga melihat ada warga lain yang berhak tapi belum menerima bantuan (60%) dan bansos diberikan kepada yang tidak berhak (29%).

Baca juga: ​​​​​​​Keluarkan Pergub Sanksi PSBB, Anies: Supaya Warga Disiplin

Warga yang layak menerima bansos adalah 34%. Mereka adalah yang berada di bawah garis kemiskinan (9,41%) hingga yang berada sedikit di atas garis kemiskinan sebanyak 24.97% merujuk data Susenas BPS 2019. Sedangkan menurut temuan penelitian ini baru 21% warga yang menyatakan sudah menerima. Berarti masih ada 13% yang belum menerima, atau sekitar 35 juta orang dari populasi nasional 2020 yang diproyeksikan 271 juta jiwa.

"Kalau kita bandingkan data tersebut, bisa disimpulkan masih ada 13% warga yang mendesak dibantu tapi belum menerima bantuan," ujar Abas. "Ini persoalan serius, karena mereka yang tak menerima bantuan bisa kelaparan, tak mampu berobat, tak mampu bayar kontrakan, dan persoalan-persoalan mendesak lainnya."

Baca juga: Presiden Tunaikan Zakat secara Daring

Bantuan yang diberikan pun bisa tidak sepenuhnya diperoleh. Mayoritas (55%) warga yang sudah menerima bansos menyatakan hanya menerima sembako saja.

Yang menyatakan menerima dana Program Keluarga Harapan (PKH) saja 16,6%, yang menyatakan menerima sembako dan PKH saja 11,8%, yang menyatakan menerima sembako dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) saja 10,3%, dan yang menyatakan BLT saja 5,2%.

Sebanyak 87% warga yang sudah mendapat bantuan menyatakan bantuan tersebut hanya cukup untuk dua minggu atau kurang.

Mayoritas warga (74%) juga belum tahu bagaimana mendaftar agar dapat bantuan. Terkait proses penyebaran bantuan, mayoritas warga (62%) berharap petugas datang ke warga yang berhak untuk mendaftarkan mereka.

Menurut Abbas, bantuan pemerintah ini sangat dibutuhkan mengingat mayoritas warga secara nasional menyatakan kondisi ekonomi rumah tangga mereka memburuk. Jauh lebih banyak yang menyatakan sekarang lebih buruk dibandingkan yang menyatakan lebih baik. Perbedaannya sangat signifikan: hampir tidak ada yang menyatakan sekarang lebih baik. (X-15)

 

Baca Juga

Dok BNI

Ini Strategi BNI Hadapi New Normal

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 26 Mei 2020, 21:35 WIB
Covid-19 memang telah menjadi sebuah peluang dan tantangan baru. Keberadaannya mempercepat era Revolusi Industri...
DOK KEMENTAN

Petani Bandung Dilatih Kembangkan Pangan Lokal dari Daun Singkong

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 26 Mei 2020, 19:41 WIB
P4S Sawargi, Kabupaten Bandung, tengah membina petani masyarakat dan ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) mengembangkan pangan lokal dari...
Antara/Raisan Al Farisi

Industri Makanan Rajai Sektor Manufaktur

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 26 Mei 2020, 19:32 WIB
Data BKPM menunjukkan nilai investasi industri makanan dalam lima tahun terakhir mencapai Rp 293,2 triliun, atau dengan persentase...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya