Selasa 12 Mei 2020, 14:24 WIB

Alasan Selandia Baru tetap Laksanakan Pemilu September

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Alasan Selandia Baru tetap Laksanakan Pemilu September

AFP/MARTY MELVILLE
Seorang perempuan menerima order makanan di luar restoran saat pelonggaran lockdown di Wellington, Selandia Baru, Selasa (28/4).

 

KOMISI Pemilihan Umum Selandia Baru meluncurkan langkah-langkah keselamatan hari ini yang dirancang untuk memungkinkan pemilu nasional tetap bisa berjalan seperti yang direncanakan pada September meskipun ancaman covid-19.

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengumumkan pemilu dilaksanakan pada 19 September di Januari, sebelum skala global penularan terlihat, dan telah berulang kali mengatakan dia tidak berencana untuk menggeser waktunya.

Komisi Pemilihan mengatakan telah mengadakan diskusi dengan otoritas kesehatan tentang tata cara pencoblosan dengan aman.

"Pemilihan tahun ini akan berbeda karena covid-19, serangkaian aturan akan dilakukan untuk membantu membuat orang tetap aman," ujar Komisi.

Kepala petugas pemilihan Alicia Wright mengatakan aturan termasuk termasuk manajemen antrean, jarak fisik, pembersih tangan di samping kotak suara, dan alat pelindung bagi petugas tempat pemungutan suara.

Penyaluran hak suara via pos akan didorong, terutama untuk orang tua dan mereka yang memiliki kondisi medis.

Pedoman tersebut tidak mencakup kegiatan pemilihan lainnya seperti peluncuran kampanye, demonstrasi partai, dan kampanye dari pintu ke pintu, yang semuanya kemungkinan besar akan terpengaruh secara signifikan.

Baca juga: Meski Pandemi, Pemilu di Selandia Baru akan Tetap Digelar

Jajak pendapat yang diambil awal tahun ini sebelum pandemi mencapai Selandia Baru menunjukkan Partai Buruh beraliran tengah-kiri Ardern membuntuti Partai Nasional yang konservatif. Namun partai berkuasa dipredikisi di jalur kemenangan sempit dengan bantuan mitra koalisi.

Belakangan pemimpin berusia 39 tahun itu telah memenangi pujian global atas responsnya mengatasi penyebaran covid-19, yang telah membuat negara berpenduduk lima juta orang hanya memiliki 21 angka kematian.

Belum ada jajak pendapat yang secara resmi dirilis selama lockdown Selandia Baru. Namun sebuah bocoran jakak oleh internal Partai Buruh, UMR, bulan lalu menempatkan partai Ardern bisa meraih kemenangan telak, dengan dukungan 55% berbanding 29% untuk Partai Nasional.

Jajak pendapat tersebut juga menujukkan peringkat persetujuan Ardern sebagai perdana menteri yang disukai di angka 65%. (AFP/A-2)

Baca Juga

Jack TAYLOR / AFP

Sukses Atasi Korona, Thailand Mulai Promosi Wisata

👤Antara 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 06:30 WIB
Thailand telah mempersiapkan promosi pariwisata di tengah pandemi covid-19, sekaligus memanfaatkan kebehasilan negaranya mengatasi...
DIPTENDU DUTTA / AFP

India Akan Buka Kembali Kuil Tanpa Percikan Air Suci

👤Antara 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 06:21 WIB
Di tempat ibadah, orang-orang akan diminta mencuci tangan dan kaki mereka sebelum masuk, dan tidak akan ada persembahan makanan atau...
fijivillage.com

Fiji Umumkan Negaranya Bebas Covid-19

👤MI 🕔Sabtu 06 Juni 2020, 02:35 WIB
FIJI mengumumkan bahwa negara kepulauan itu kini bebas virus korona baru (covid-19) setelah pasien terakhir di negara tersebut...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya