Selasa 12 Mei 2020, 10:20 WIB

Jumlah Pasien Covid-19 belum Turun, Pemerintah Tetap Waspada

Mediandonesia.com | Humaniora
Jumlah Pasien Covid-19 belum Turun, Pemerintah Tetap Waspada

ANTARA/OLHA MULALINDA
Seorang pasien covid-19, Yohanes Tentua, 71 (ketiga kiri) mengangkat tangan sebagai ucapan syukur setelah dinyatakan sembuh.

 

JUMLAH pasien positif covid-19 masih terus bertambah. Itu sebabnya pemerintah diminta untuk tetap waspada dan tidak buru-buru mengendorkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hal itu diungkapkan dokter spesialis paru dr Erlina Burhan SpP(K). Dia pun menyitir pertanyaan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Doni Monardo yang menegaskan bahwa selama vaksin belum ditemukan, kita  belum aman.  

Baca juga: Ini Mekanisme Pemulangan Pasien Setelah Sembuh COVID-19

"Kalau dilihat trennya tetap naik, namun penambahannya dari  dari hari ke hari terlihat fluktuatif," ujar dr Erlina.

Oleh karena itu, lanjutnya, kita perlu tetap waspada. Menurutnya, virus korona penyebab covid-19 harus dilawan dengan imunitas yang baik. Dalam hal ini, asupan nutrisi secara lengkap dan seimbang sangat penting untuk meningkatkan sistem imun.

“Tapi kadang sebagian dari kita, juga anak-anak, tidak suka makan sayur dan buah. Nah, mungkin ada baiknya diberikan juga multivitamin atau suplemen," katanya.

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr Inggrid Tania M.Si,  mengatakan, untuk meningkatkan dan memelihara daya tahan tubuh upayanya harus holistik. Misal, tidur yang cukup, istirahat yang cukup, makan yang bergizi seimbang, sebisa mungkin hindari stres, dan minum air putih yang cukup.

"Ketika memang kebutuhannya mengharuskan kita perlu suplemen, maka konsumsilah suplemen itu sesuai dengan kebutuhan," katanya.

Ia memberikan contoh suplemen berkandungan curcumin, yakni zat yang terkandung dalam temulawak.  Curcumin berkhasiat sebagai zat bioaktif yang memiliki sifat-sifat antioksidan, anti inflamasi, imunomodulator. Sifat-sifat itu bermanfaat pada berbagai kondisi kesehatan maupun kondisi yang patologis. Termasuk saat pandemi ini. Penelitian-penelitian yang sudah ada juga menunjukkan bahwa curcumin memiliki sifat antivirus.

Selain orang dewasa, pemberian cucurmin juga bisa  diberikan pada anak-anak. Campuran curcumin atau esktrak temulawak di dalam multivitamin bersifat sinergis.  Artinya, selain ada sifat immunomodulator, curcumin memberikan  manfaat  lain bagi anak-anak, misalnya, memperbaiki nafsu makan, dan bisa membantu pertumbuhan juga.

VP Research and Development Soho Global Health, Dr Raphael Aswin Susilowidodo M.Si,  menganjurkan masyarakat untuk menggunakan temulawak yang telah diekstrak. Penggunaan temulawak yang telah diekstrak, menurut Aswin, lebih efektif karena kadar curcuminnya lebih terukur sehingga sesuai dengan kebutuhan tubuh.

"Untuk mendapatkan ekstrak curcumin 20 mg diperlukan 7500 mg temulawak segar,” katanya. Ia menambahkan, PT Soho Global Health memiliki Soho Centre of Excellence in Herbal Research (SCEHR) yang fokus pada penelitian dan budidaya temulawak. (RO/A-1)

Baca Juga

MI/Ramdani

Kemenkes Ingatkan Tata Cara Kerja saat Kenormalan Baru

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 09:15 WIB
Selama massa kenormalan baru, masyarakat tetap harus memastikan untuk tidak berkerumun dan menjaga jarak saat...
ANTARA/Irwansyah Putra

Sistem Kerja dengan Kondisi Normal Baru bagi ASN Diterapkan 5 Jun

👤 Indriyani Astuti 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 07:44 WIB
"Tugas dan fungsi ASN dalam tatanan normal baru dilakukan dengan tetap memprioritaskan aspek kesehatan dan keselamatan dengan...
covid19.go.id/Riset MI-NRC

Pola Hidup Baru Turunkan Penularan Covid-19

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 30 Mei 2020, 05:47 WIB
Data terbaru pasien sembuh dari covid- 19 bertambah lagi 252 orang sehingga total pasien sembuh menjadi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya