Selasa 12 Mei 2020, 10:30 WIB

RS Rujukan Covid-19 di Jogya akan Rampung Sebelum Lebaran

Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora
RS Rujukan Covid-19 di Jogya akan Rampung Sebelum Lebaran

ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
Pemkab Sleman gelar tes diagnostik cepat atau rapid test massal di GOR Pangukan, Sleman, D.I Yogyakarta, Senin (11/5)

 

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melanjutkan pembangunan Rumah Sakit (RS) Akademik Universitas Gajah Mada (UGM) sebagai RS rujukan penanganan Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta.

RS ini sempat sempat dibangun namun terhenti pada tahun 2010 dengan progres saat itu 75%. Pekerjaan lanjutan penyelesaian RS Akademik UGM dilaksanakan sejak 20 April 2020. Berdasarkan hasil penilaian teknis Balitbang PUPR, secara struktur gedung RS masih baik dan bisa dipakai.

"Penyelesaian RS ini tidak memakan waktu terlalu lama, karena kita menggunakan sistem moduler sehingga tinggal pemasangan saja. RS tersebut terdiri dari dua gedung masing-masing terdiri dari lima lantai dengan luas seluruhnya sekitar 8.600 m2," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dalam keterangan resmi, Selasa (12/5).

Ia juga mengatakan, penyelesaian RS Akademik UGM tersebut merupakan bagian dari refocusing kegiatan Kementerian PUPR sebesar Rp1,829 triliun untuk mendukung percepatan penanganan Covid-19 yang mana targetnya selesai sebelum lebaran.

"Saat ini progres penyelesaian pembangunan secara keseluruhan mencapai 60% dan diharapkan dapat rampung sebelum Lebaran Idul Fitri tahun 2020 nanti," katanya.

Baca juga: Penambahan Pasien Sembuh Terus Melaju

RS Akademik UGM memiliki kapasitas total sebanyak 107 tempat tidur dengan rincian 80 tempat tidur rawat inap, 2 tempat tidur ruang tindakan dan 25 tempat tidur ruang isolasi. Gedung Yudhistira dengan luas 4.177 m2 memiliki kapasitas 38 tempat tidur. Gedung Arjuna dengan luas 4.505 m2 memiliki kapasitas 69 tempat tidur.

Pembangunan lanjutan RS Akademik UGM dilakukan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui Badan Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi DIY dengan kontraktor PT Adhi Karya dan Manajemen Konstruksi PT. Virama Karya.

Lingkup pekerjaan meliputi pekerjaan struktur, arsitektur, mekanikal elektrikal dan plumbing. Pekerjaan perbaikan struktur berupa pekerjaan screed beton (lapisan halus di atas beton/plester), perkuatan baja, dan perbaikan membran. 

Pekerjaan mekanikal elektrikal dan plumbing meliputi pekerjaan kabel tray, pipa conduit, hydran, instalasi air minum dan listrik. Perkiraan anggaran penyelesaian pembangunan rumah sakit ini Rp 66,8 miliar. (A-2)

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Pembukaan Rumah Ibadah Harus Jadi Contoh Penerapan New Normal

👤Anisa Putri Yuliani 🕔Rabu 03 Juni 2020, 05:55 WIB
Masing-masing komunitas agama perlu membuat semacam prosedur operasional standar (SOP) rumah ibadah dan protokol-protokol yang...
DOK KEMENTAN

Pandemi Korona Kinerja Sektor Pertanian Cemerlang

👤S1-25 🕔Rabu 03 Juni 2020, 05:54 WIB
Kementan melakukan upaya untuk menjamin ketersediaan bahan pangan dengan hadirnya Toko Mitra Tani di setiap provinsi. Kemudian menggandeng...
Medcom.id/Surya Perkasa

Izinkan Masjid Buka Pasca-PSBB

👤Che/Put/X-7 🕔Rabu 03 Juni 2020, 05:41 WIB
DMI saat ini telah menyiapkan sejumlah protokol kesehatan agar jemaah bisa aman ketika beribadah di masjid. Kita minta supaya jaga jarak...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya