Selasa 12 Mei 2020, 07:21 WIB

BUMD DKI Berpotensi Setor Deviden Rp703,7 Miliar

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
BUMD DKI Berpotensi Setor Deviden Rp703,7 Miliar

MI/ BARY FATAHILAH
PT. Transportasi Jakarta (Transjakarta) selaku BUMD milik Pemprov DKI berpotensi sumbang deviden sebesar Rp40,19 miliar

 

WAKIL Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Rasyidi mendorong agar BUMD bisa menyetor dividen kepada Pemprov DKI. Setoran dividen dari BUMD ini akan sangat membantu APBD DKI mengingat masih defisitnya target pendapatan APBD DKI Jakarta tahun 202,0 hasil penyesuaian sebesar Rp2,9 triliun.

"Karena kita masih kekurangan anggaran Rp2,9 triliun dan saat ini sedang dibahas juga oleh Pemprov DKI Jakarta," ujarnya usai rapat kerja komisi di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (11/5).

Rasyidi menuturkan, berdasarkan rapat kerja, ada sebanyak 19 BUMD yang berpotensi dapat menyetorkannya ke Pemprov DKI dalam waktu dekat. Nilainya mencapai Rp703,7 miliar. Jumlah tersebut berasal dari 19 BUMD di antaranya adalah, PT. Transportasi Jakarta (Transjakarta) sebesar Rp40,19 miliar, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya sebesar Rp40,09 miliar, Perumda Pembangunan Sarana Jaya sebesar Rp24,47 miliar, PD PAL Jaya sebesar Rp20,06 miliar, hingga PT Food Station Tjipinang Jaya sebesar Rp18,5 miliar.

Meskipun nilainya cukup besar, tetapi angka itu masih jauh untuk menutupi defisit APBD. Komisi C DPRD DKI Jakarta juga mendorong agar BUMD di DKI Jakarta merasionalisasi penerimaan dana coorporate social responsibility (CSR). Untuk sementara Komisi C mengasumsikan BUMD DKI dapat merealokasi 2% sampai 3% penerimaan dari CSR tersebut.

Rata-rata dana CSR yang digelontorkan ini mencapai Rp2,5 miliar hingga Rp5 miliar per BUMD. CSR akan disalurkan dalam bentuk bantuan berupa sembako kepada warga yang membutuhkan.

"Jadi saya kira dana CSR-nya cukup bagus, sehingga ini akan dibantukan dalam rangka Covid-19 untuk sembako dan lain sebagainya," terang Rasyidi.

Dengan demikian, Komisi C DPRD DKI Jakarta juga mendorong Badan Pembina Badan Usaha Milik Daerah (BPBUMD) untuk memonitor langsung pergerakan dividen dan pendapatan CSR, untuk kemudian ditetapkan angka ril untuk seluruhnya dialihkan pada penanganan dan pemulihan atas dampak korona di DKI Jakarta.

"Kita akan minta cepat supaya itu segera diproses (BUMD) sebelum akhir Mei (2020) ke Pemerintah DKI Jakarta sebagai pemegang saham. Jangan lambat, karena kita butuh sekarang untuk penangananan Covid-19," ungkap Rasyidi.

baca juga: Mudik Dilarang, Usaha AKAP Rugi Hingga Rp10,5 triliun

Sebelumnya, Pemprov DKI mengungkapkan mengalami defisit anggaran. Dalam rapat pimpinan gabungan (rapimgab) berdama DPRD DKI pada 5 Mei 2020, total pendapatan APBD DKI dari hasil penyesuaian menurun dari Rp87,95 triliun menjadi Rp47,18 triliun. Sementara untuk belanja, setelah melakukan berbagai penghematan angkanya masih tinggi yakni dari Rp87,95 triliun menjadi hampir mencapai Rp51 triliun.(OL-3)

Baca Juga

Antara/Aswaddy Hamid

Tiba di Indonesia, WNA Wajib Lakukan Ini saat PSBB Transisi

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 10 Juli 2020, 00:13 WIB
WNA yang telah mengantongi hasil tes PCR negatif dan lolos pemeriksaan tambahan di bandara dapat langsung melanjutkan perjalanan ke tempat...
Medcom/Mohammad Rizal.

Motif Kematian Wanita yang Jatuh dari Lantai 13 Belum Disimpulkan

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Juli 2020, 23:42 WIB
Haris mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan keluarga korban namun belum mendapatkan keterangan secara maksimal karena keluarga...
ANTARA

Colongan Beroperasi, Tempat Karaoke di Cilandak Didenda Rp25 Juta

👤Astri Novaria 🕔Kamis 09 Juli 2020, 23:34 WIB
Penindakan pelanggaran PSBB di karaoke tersebut dilakukan bersama unsur tiga pilar, yakni Kecamatan Cilandak, Satpol PP, Polsek dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya